Kamis 02 Nov 2023 23:59 WIB

Bulog: Stok Beras Ada 1,45 Juta Ton

Bulog meyakini stok beras saat ini aman bahkan untuk penugasan tahun depan

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Sejumlah warga mengantre membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kualitas medium saat operasi pasar beras murah di pasar Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (2/11/2023). Dinas Perdagangan Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Bulog menggelar operasi pasar murah beras medium dengan harga Rp10. 200 per kilogram sebagai upaya menstabilkan harga beras medium di pasaran yang masih bertahan dengan harga Rp 13.500-Rp14 ribu per kilogram.
Foto: Antara/Syaiful Arif
Sejumlah warga mengantre membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kualitas medium saat operasi pasar beras murah di pasar Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (2/11/2023). Dinas Perdagangan Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Bulog menggelar operasi pasar murah beras medium dengan harga Rp10. 200 per kilogram sebagai upaya menstabilkan harga beras medium di pasaran yang masih bertahan dengan harga Rp 13.500-Rp14 ribu per kilogram.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum BULOG Mokhamad Suyamto memastikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikuasai BULOG jumlahnya sangat aman sampai dengan tahun depan melalui tambahan penugasan impor beras dari pemerintah sebanyak 1,5 juta ton.

Adapun stok beras yang dikuasai BULOG saat ini ada sebanyak 1,45 juta ton, kemudian dengan tambahan baru penugasan impor dari pemerintah ini maka jumlahnya akan makin kuat untuk kebutuhan penyaluran sampai dengan tahun depan guna mempertahankan stabilitas harga beras di masyarakat. 

“Di tengah situasi yang sangat sulit mendapatkan beras impor, BULOG sudah berhasil mendapatkan kontrak sebesar 1 juta ton dari kuota tambahan penugasan importasi beras dari pemerintah sebanyak 1,5 juta ton. Walaupun pemerintah memberikan tambahan kuota penugasan impor kepada Perum BULOG sebanyak 1,5 juta ton namun pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan penyaluran di dalam negeri”, ujar Suyamto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/11/2023).

Selanjutnya Suyamto juga menambahkan terkait asal negara impor bahwa BULOG akan melaksanakan penugasan importasi beras ini dari negara mana saja yang memungkinkan dan memenuhi semua standar persyaratan. 

 

“Saat ini kita sudah kontrak dengan beberapa negara yang produksinya masih banyak yaitu Thailand, Vietnam, Pakistan dan Myanmar. Selanjutnya kita juga akan menjajaki dengan India dan Kamboja maupun negara lainnya yang memungkinkan dan memenuhi persyaratan”, tambah Suyamto.

Kemudian Suyamto mengemukakan pihaknya juga melakukan pemantauan intensif terkait harga beras saat ini. Terjadinya sedikit kenaikan harga beras dikarenakan beberapa faktor baik eksternal maupun internal dalam negeri, seperti bencana El Nino dan juga situasi dalam negeri yang baru memasuki musim tanam.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, Pemerintah melalui BULOG menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau walau di pasaran ada sedikit kenaikan harga. Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini agar tetap terkendali,” kata Suyamto.

Sampai dengan saat ini BULOG sudah menggelontorkan beras operasi pasar atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di seluruh Indonesia dengan jumlah total sebanyak 885 ribu ton dan kegiatan ini juga terus berlanjut digelontorkan sampai harga stabil. Selanjutnya juga sekarang sedang disalurkan Beras Bantuan Pangan untuk bulan September Oktober dan November dengan jumlah total sebanyak 641 ribu ton kepada masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement