Rabu 01 Nov 2023 23:10 WIB

Toyota Berencana Investasi Rp 127 Triliun Tingkatkan Kapasitas Baterai Mobil Listrik

Toyota akan melakukan invetasi di pabrik produksi baterai di Amerika Serikat.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Toyota berencana melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas baterai mobil listriknya.
Foto: AP
Toyota berencana melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas baterai mobil listriknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Toyota mengumumkan rencana untuk secara dramatis meningkatkan kapasitas baterai kendaraan listriknya di AS, dengan tambahan investasi sebesar 8 miliar dolar AS (sekitar Rp 127 triliun) di pabrik produksi baterai di North Carolina. Dengan pengumuman baru ini, komitmen perusahaan untuk fasilitas tersebut tumbuh menjadi hampir 14 miliar dolar AS, menandai salah satu investasi terbesar yang pernah ada dalam kapasitas baterai EV di AS.

Toyota mengumumkan investasi awal sebesar 2,3 miliar dolar AS di fasilitas North Carolina yang diumumkan tahun lalu, sebagai bagian dari inisiatif senilai 5 miliar dolar AS untuk meningkatkan kapasitas produksi baterai EV di AS dan Jepang.

Baca Juga

Lalu awal tahun ini, perusahaan otomotif raksasa itu mengalokasikan 2,1 miliar dolar AS untuk meningkatkan kapasitas yang direncanakan untuk lokasi tersebut. Tujuannya guna menciptakan pusat pengembangan dan produksi baterai lithium-ion untuk portofolio kendaraan listrik yang terus berkembang.

Dengan investasi modal tambahan, fasilitas ini sekarang akan memiliki sepuluh jalur produksi baterai BEV/PHEV, dibandingkan dengan dua jalur yang diumumkan sebelumnya, di samping empat jalur baterai untuk kendaraan listrik hibrida (HEV).

Total kapasitas di lokasi tersebut diperkirakan akan mencapai 30 GWh per tahun, dengan produksi yang akan terus meningkat hingga tahun 2030.

“Pengumuman ini memperkuat komitmen Toyota terhadap elektrifikasi dan pengurangan karbon, yang membawa lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di masa depan ke wilayah ini. Kami sangat senang melihat energi dan dukungan yang berkelanjutan dari fasilitas manufaktur yang inovatif ini,” kata Presiden Toyota North Carolina, Sean Suggs, seperti dilansir ESG Today, Rabu (1/11/2023).

Pengumuman Toyota ini menandai yang terbaru dari serangkaian investasi elektrifikasi kendaraan berskala besar di AS, yang bertujuan meningkatkan kapasitas kendaraan listrik dan baterai di AS. Langkah ini juga dilakukan untuk mengikuti arahan Joe Biden yang menargetkan 50 persen kendaraan baru di AS pada 2030 adalah kendaraan bertenaga listrik.

Para pemimpin otomotif GM, Ford, BMW, Honda, Hyundai, dan Stellantis masing-masing telah mengumumkan rencana investasi yang signifikan dalam EV dan kapasitas baterai selama beberapa bulan terakhir.

Toyota mengatakan bahwa investasi barunya akan menambah 3.000 pekerjaan di lokasi North Carolina, sehingga total penciptaan lapangan kerja untuk fasilitas tersebut menjadi 5.000.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement