Rabu 01 Nov 2023 14:52 WIB

Beras Jadi Biang Kerok Penyebab Inflasi Tiga Bulan Berturut

Inflasi beras pada Oktober 2023 juga tersebar di 87 kota.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Lida Puspaningtyas
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini menyampaikan perkembangan Indeks Harga Konsumen Februari 2023 dan indikator strategis lainnya dalam konferensi pers, Rabu (1/3/2023).
Foto: Dok: Humas BPS
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini menyampaikan perkembangan Indeks Harga Konsumen Februari 2023 dan indikator strategis lainnya dalam konferensi pers, Rabu (1/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan beras kembali menyumbang andil inflasi terbesar pada Oktober 2023. Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS Pudji Ismartini menuturkan beras merupakan komoditas penyumbang andil inflasi terbesar selama tiga bulan berturut-turut sejak Agustus hingga Oktober 2023.

"Pada Oktober 2023, inflasi beras sebesar 1,72 persen dengan andil sebesar 0,06 persen," kata Pudji dalam konferensi pers, Rabu (1/11/2023).

Baca Juga

Sementara itu, Pudji menuturkan secara akumulatif selama 2023, beras juga menyumbang andil inflasi. Dia menyebut beras menyumbang inflasi sebesar 0,49 persen secara tahunan pada Oktober 2023.

Dia menambahkan, inflasi beras pada Oktober 2023 juga tersebar di 87 kota. "Dalam hal ini dua kota mengalami deflasi, sedangkan satu kota lainnya stabil," ucap Pudji.

BPS mencatat pada Oktober 2023 terjadi inflasi secara bulanan sebesar 0,17 persen dan secara tahunan sebesar 2,56 persen. Sementara inflasi hingga Oktober 2023 tercatat sebesar 1,80 persen.

Pudji menambahkan, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar pada Oktober 2023 tersebut adalah transportasi dengan inflasi sebesar 0,55 persen dan andil inflasi 0,07 persen. Sementara itu jika kita lihat di tingkat komoditas maka penyumbang inflasi secara bulanan terbesar adalah yang pertama adalah beras dengan andil inflasi sebesar 0,06 persen.

Selanjutnya bensin dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen. Lalu juga cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen dan tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

Selain itu terdapat beberapa komoditas lainnya yang memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen. "Komoditas ini diantaranya adalah cabe merah, emas perhiasan tarif air minum PAM, jeruk, dan sawi hijau," jelas Pudji. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement