Rabu 01 Nov 2023 11:45 WIB

Boikot Produk Israel, Ekonom: Indonesia Bisa Buat Central Boycott Office

Boikot kepada Israel jadi gerakan global, tak bernuansa agama atau negara tertentu.

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi
Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono.
Foto: istimewa
Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Institute For Demographic and Poverty Studies (Ideas) menilai aksi boikot dari aksi solidaritas terhadap Palestina menjadi hal penting. Sebagai negara Islam terbesar di dunia, Indonesia dapat melakukan inisiatif strategis yang kongkret dalam membantu perjuangan rakyat Palestina melawan penjajahan Israel.

Direktur Ideas Yusuf Wibisono mengatakan langkah-langkah kecil ini akan membesar ketika ekspektasi publik global terbentuk boikot diikuti banyak pihak. Meski bermula dari langkah kecil, tapi konsistensi dan persistensi akan membuat boikot berdampak signifikan dalam melawan kolonisasi, penjajahan dan apartheid yang dilakukan Israel di Palestina.

Baca Juga

"Sebagai negara Islam terbesar di dunia, Indonesia dapat melakukan inisiatif strategis yang konkret, katakanlah dengan mendirikan central boycott office," ujar Yusuf ketika dihubungi Republika, Rabu (1/11/2023).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement