Ahad 29 Oct 2023 17:24 WIB

BP2MI Ajak Masyarakat Tangkap Peluang Kerja di Luar Negeri

Peluang kerja di luar negeri besar dan harus ditempuh melalui jalur resmi.

Sejumlah Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Jepang untuk calon perawat di Jakarta (ilustrasi).
Foto: Antara/Reno Esnir
Sejumlah Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Jepang untuk calon perawat di Jakarta (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengajak masyarakat untuk menangkap peluang kerja di luar negeri karena peluangnya cukup besar.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, banyak sektor pekerjaan yang bisa dipilih oleh calon pekerja migran Indonesia. Seperti, hospitality, manufaktur, perawat, sektor perikanan, sektor pertanian, dan lainnya.

Baca Juga

"Jadi, banyak peluang kerja terbuka di luar negeri. Di mana kita melakukan kerja sama lewat program government to government (G to G) dengan negara penempatan," ujar Benny.

Ia mengemukakan, salah satu negara yang sudah bekerja sama, yakni Korea Selatan, yang membuka peluang untuk sektor manufaktur, keperawatan, hingga perikanan. "Tukang las pun ada, misalnya, di pabrik-pabrik industri yang sangat besar seperti di Samsung," katanya.

 

Selain itu, kata Benny, Taiwan juga membuka sektor untuk pertanian. Karena itu masyarakat Indonesia harus dapat menangkap peluang ini.

"Khususnya anak-anak muda yang ada di desa bisa menangkap pulang kerja ini. Potensinya sangat luar biasa, ini harus kita ambil dan manfaatkan," ujarnya.

Ia berharap masyarakat mendapatkan pengetahuan baru bahwa peluang kerja di luar negeri itu sangat terbuka lebar.

"Mau jadi apa tinggal dipilih, mau kursus bahasa sudah disiapkan, mau pelatihan untuk pekerjaan dibantu oleh pemerintah," kata Benny.

Benny juga mengingatkan kepada masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri harus melalui proses resmi agar tidak menjadi korban TPPO. Jangan tergiur oleh sindikat yang menawarkan memberangkatkan dengan cepat menjanjikan gaji tinggi padahal diperjualbelikan. "Karena mereka ingin mencari keuntungan dari bisnis kotor. Karena itu, sindikat harus kita lawan," ujar Benny.

 

 

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement