Kamis 26 Oct 2023 18:54 WIB

Pertamina Sediakan Akses Air Bersih di 21 Provinsi

Sebanyak 11.306 Kepala Keluarga (KK) di 21 provinsi rasakan manfaat akses air bersih.

Pertamina dukung akses air bersih di 22 kabupaten/kota di 21 provinsi seluruh Indonesia.
Foto: Dok. Pertamina
Pertamina dukung akses air bersih di 22 kabupaten/kota di 21 provinsi seluruh Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah musim kemarau yang panjang, akses air bersih menjadi sebuah permasalahan yang kerap dihadapi. Melihat kondisi ini, Pertamina terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, termasuk kebutuhan akses air bersih dan sanitasi sebagai bentuk komitmen Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial (TJSL) perusahaan.

Sejak tahun 2022 hingga Oktober 2023, Pertamina sudah mendukung akses air bersih kepada masyarakat melalui 77 program akses air bersih yang tersebar di 44 Kabupaten/Kota, 21 Provinsi seluruh Indonesia diantaranya Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Selatan,  Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.  

Baca Juga

Sebanyak 77 program akses air bersih tersebut dijalankan Pertamina menyesuaikan dengan kondisi di  masing-masing daerah sehingga mekanisme bantuan ada yang  berbentuk pengeboran sumur untuk mencari sumber air baru, atau bantuan pipanisasi untuk menghubungkan sumber air yang jaraknya lebih dari 5 kilometer dari Desa terdekat. Atau, bantuan teknologi yang dapat mengubah air yang tidak layak untuk dikonsumsi untuk menjadi layak melalui filtrasi air gambut dan air payau.

Bantuan tersebut telah memberikan memberikan manfaat kepada 11.306 Kepala Keluarga (KK) serta sejalan dengan target pemerintah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), untuk terwujudnya 90 persen akses sanitasi layak, memiliki 100 persen akses air minum layak, dan 15 persen akses air minum aman pada 2024.

 

VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, Pertamina terus berupaya untuk meningkatkan akses air bersih di Indonesia, serta mewujudkan masyarakat untuk lebih berdaya dari secara ekonomi, pendidikan, lingkungan, serta kesehatan dengan lebih terbukanya akses air bersih kepada masyarakat.

“Dalam menentukan program akses air bersih, diawal pastinya dilakukan sosial mapping untuk mengetahui beberapa aspek dan kondisi geografis diantaranya terkait lingkungan, ekonomi, sosial, dan juga hubungan kemasyarakatan yang ada di lokasi, selanjutnya dipetakan kembali secara teknis untuk kebutuhan fasilitas air bersih,” kata Fadjar, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/10/2023).

Kemudian, Pertamina juga membangun sarana air bersih di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), di dua lokasi yakni Desa Tendambepa, Kecamatan Nangapanda dan Desa Wolosoko Kecamatan Wolowaru, yang masuk ke dalam wilayah operasi PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. Penyediaan sarana air bersih diwujudkan Pertamina dengan membangun bak reservoir dan pipanisasi untuk mengalirkan air dari sumber mata air menuju bak reservoir yang jaraknya lebih dari 7 kilometer. 

Lebih lanjut, Fadjar menjelaskan, program peningkatan akses air bersih ini sejalan dengan Environment, Social & Governance (ESG) untuk pencapaian Tujuan - Pembangunan Berkelanjutan 6 Air Bersih sehingga dapat dioptimalkan untuk peningkatan kesehatan dan akses untuk air bersih bagi masyarakat Kabupaten Ende, serta menjamin ketersediaan dan pengelolaan air yang berkelanjutan untuk semua orang.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Fransiskus Mari Lado, warga Desa Tendambepa, mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan ini. 

“Sangat bersyukur dengan adanya program penyediaan air bersih bantuan dari Pertamina karena sangat membantu dan memudahkan kami dalam mengakses air bersih.  Ini juga merupakan titik akhir dari masa-masa sulit yang kami alami pada tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.

Bupati Ende  Djafar H Achmad, menyampaikan terima kasih kepada Pertamina atas terlaksananya program TJSL ini. Ia mendorong peran warga dalam keberlanjutan dari sarana yang telah dibangun dengan menerapkan hasil dari pelatihan yang telah diberikan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement