Senin 23 Oct 2023 17:08 WIB

Harga Emas Bikin Silau, Bisnis Pegadaian Ikut Terkerek

Seluruh produk gadai Pegadaian tumbuh 11 persen per 20 Oktober 2023.

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi
 Karyawati mengunakan metmess mengecek ukuran berlian di Pegadian Syariah, Jakarta, Kamis (4/2).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Karyawati mengunakan metmess mengecek ukuran berlian di Pegadian Syariah, Jakarta, Kamis (4/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas PT Aneka Tambang Tbk mengalami peningkatan sepanjang pekan kemarin. Bahkan, harga emas sempat meningkat tajam per satu gram emas sebesar Rp 1,1 juta.

Melonjaknya harga emas, cukup mendorong bisnis emas beberapa perseroan, salah satunya PT Pegadaian. Tercatat per Oktober 2023, outstanding produk utama yakni Gadai KCA mengalami peningkatan 9,89 persen.

Baca Juga

Sekretaris Perusahaan Pegadaian Yudi Sadono mengatakan, secara keseluruhan produk gadai mengalami pertumbuhan karena adanya lonjakan harga emas dunia. "Secara portofolio, Pegadaian mengalami peningkatan outstanding produk utama (Gadai KCA) secara tahunan, yaitu pertumbuhan sebesar 9,89 persen per 20 Oktober 2023. Sedangkan dibandingkan akhir tahun sebelumnya, seluruh produk gadai mengalami pertumbuhan sebesar 11 persen per 20 Oktober 2023," ujar Yudi ketika dihubungi Republika, Senin (23/10/2023).

Dilansir dari laman resmi Pegadaian, KCA adalah kredit dengan sistem gadai yang diberikan kepada semua golongan nasabah baik itu sekadar kebutuhan konsumtif maupun kebutuhan produktif.

 

Perusahaan menyatakan, KCA merupakan solusi terpercaya untuk mendapatkan pinjaman secara mudah, cepat, dan aman. Adapun untuk mendapatkan fasilitas kredit itu, nasabah hanya perlu membawa agunan. Bisa berupa perhiasan emas, emas batangan, mobil, sepeda motor, laptop, ponsel, serta barang elektronik lainnya.

Pinjaman yang diberikan dalam KCA dimulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 juta atau lebih. Sementara, jangka waktu pinjaman maksimal selama empat bulan atau 120 hari dan dapat diperpanjang dengan membayar sewa moda atau mengangsur sebagian uang pinjaman.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement