Rabu 18 Oct 2023 17:49 WIB

Waralaba McDonalds di Negara Arab Kecam Pemberian Makanan Gratis ke Tentara Israel

McDonald's di negara Arab mendukung Palestina dan menjanjikan bantuan ke Gaza.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Waralaba McDonalds di beberapa negara Muslim menolak tindakan  restoran McDonalds Israel yang memberikan makanan gratis kepada militer Israel.
Foto: dok. McDonald’s Indonesia
Waralaba McDonalds di beberapa negara Muslim menolak tindakan restoran McDonalds Israel yang memberikan makanan gratis kepada militer Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Waralaba McDonald's di beberapa negara Muslim menolak tindakan restoran McDonald's Israel yang memberikan makanan gratis kepada militer Israel. Langkah itu menyoroti polarisasi politik regional yang dilakukan perusahaan global selama perang.

Pekan lalu, McDonald's Israel mengatakan bahwa mereka telah memberikan ribuan makanan gratis kepada personel Pasukan Pertahanan Israel. Pada Ahad (15/10/2023), waralaba tersebut kembali menyatakan bahwa mereka menyumbangkan makanan, kepada semua orang yang terlibat dalam pertahanan negara, rumah sakit, dan daerah sekitarnya.

Baca Juga

Waralaba McDonald's di Arab Saudi, Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Turki mengeluarkan pernyataan tegas bahwa mereka tidak mendukung McDonald's Israel. Waralaba McDonald's di negara Arab justru mendukung Palestina dan menjanjikan bantuan ke Gaza.

"Sehubungan dengan berita bahwa McDonald's di Israel menyumbangkan makanan. Kami menegaskan bahwa itu adalah keputusan individu mereka. Baik McDonald's global, kami, maupun negara lain tidak mempunyai peran atau hubungan dengan keputusan itu, baik secara langsung maupun tidak langsung," kata waralaba McDonald's di Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.

McDonald’s adalah jaringan global namun waralabanya sering kali dimiliki secara lokal dan beroperasi secara mandiri. McDonald's Corp menolak berkomentar.

Namun, sumber yang dekat dengan perusahaan tersebut di AS mengatakan, waralaba Israel adalah bisnis independen yang melisensikan merek McDonald's. Sumber tersebut mengatakan, bukan hal yang aneh bagi pewaralaba untuk terlibat dengan komunitas lokal ketika mereka membutuhkan. 

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement