Selasa 17 Oct 2023 21:14 WIB

Ekonom: Media Pengaruhi Manajemen Keuangan Milenial dan Gen Z

Milenial dan gen z benar lebih boros karena pengaruh media.

Warga berjalan melewati pertokoan yang tutup di Mal Blok M, Jakarta, Selasa (17/1/2023). Mal Blok M yang merupakan pusat perbelanjaan legendaris di Jakarta sejak tahun 1992 tersebut kini sepi dari pengunjung dan pedagang. Hal tersebut diakibatkan pergeseran tren pusat perbelanjaan disertai kehadiran pesaing dan tren digitalisasi penggunaan platform belanja online.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Warga berjalan melewati pertokoan yang tutup di Mal Blok M, Jakarta, Selasa (17/1/2023). Mal Blok M yang merupakan pusat perbelanjaan legendaris di Jakarta sejak tahun 1992 tersebut kini sepi dari pengunjung dan pedagang. Hal tersebut diakibatkan pergeseran tren pusat perbelanjaan disertai kehadiran pesaing dan tren digitalisasi penggunaan platform belanja online.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- AWP Asesor Kompetensi LSP Pasar Modal Gembong Suwito menilai bahwa media turut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pola manajemen keuangan para milenial dan gen z saat ini yang cenderung boros.

Pasalnya, dengan adanya internet, para milenial dan gen z semakin banyak mengonsumsi informasi seperti iklan serta diskon dari berbagai macam media yang mengubah pola konsumsi mereka.

“Milenial dan gen z benar lebih boros. Ini karena mereka menyerap banyak informasi seperti iklan, diskon, yang mana kalau dulu nggak banyak informasi, nggak banyak diskon-diskon,” kata Gembong dalam acara media workshop oleh blu by BCA Digital di Jakarta, Selasa (17/10/2023).

Ia memberikan contoh pola konsumsi milenial dan gen z yang semakin menggemari sistem pembayaran paylater serta pinjaman online (pinjol). Hal itu menurutnya akan menimbulkan dampak negatif apabila tidak dipertimbangkan penggunaannya secara efektif. Oleh karena itu, perlu pemahaman manajemen keuangan yang efektif di kalangan milenial dan gen z.

 

Berdasarkan survei terbuka yang diselenggarakan blu by BCA Digital terhadap responden berusia 18 sampai dengan 34 tahun, sebanyak 61 persen responden mengaku telah familiar dengan topik manajemen keuangan.

Namun, mereka tidak bisa menjelaskan atau mempraktikkan pengelolaan keuangan yang baik dalam keseharian mereka. Selain itu, survei yang sama juga menemukan bahwa 34 persen dari responden masih belum memahami cara mengatur keuangan.

Lebih lanjut, Gembong memaparkan konsep SMART yang mencakup (S)pecific, (M)easurable, (A)chievable, (R)elevant dan (T)ime-bound, yang dapat membantu menerapkan manajemen keuangan dengan efektif.

Pertama, Specific berarti para milenial dan gen z perlu menetapkan tujuan keuangan secara spesifik agar mampu berfokus pada tujuan keuangan.

Kedua, Measurable yang berarti milenial dan gen z perlu memastikan upaya untuk mencapai tujuan keuangan itu terukur dengan menetapkan besaran uang dan waktu yang diperlukan.

Ketiga, Achievable yang berarti menurunkan tujuan keuangan menjadi rencana kerja atau action plan. Rencana tersebut akan meliputi langkah-langkah konkrit yang lebih terjangkau. Keempat, Relevant dengan memastikan tujuan keuangan selalu relevan di masa mendatang.

Dan kelima Time-bound dengan menentukan berapa lama target yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan keuanganmu tersebut. Bisa berupa jangka pendek, menengah atau jangka Panjang.

Pada kesempatan yang sama, Head of Marketing Communications BCA Digital Duardi Prihandiko menyampaikan bahwa kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh setiap kalangan, tidak hanya milenial dan gen z.

"Kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu kemampuan yang perlu untuk dimiliki oleh setiap orang," pungkasnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement