Rabu 11 Oct 2023 18:42 WIB

Berkat Biodiesel, ESDM Catat Emisi Karbon Turun 27,8 Juta CO2 Sepanjang 2022

Pemerintah juga telah meningkatkan bauran menjadi B35.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ahmad Fikri Noor
Biodiesel (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Biodiesel (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, sepanjang 2022, program mandatori biodiesel B30 telah berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 27,8 juta CO2 dengan alokasi kuota biodiesel sebanyak 11 juta kiloliter dengan nilai ekonomi mencapai lebih dari 10 miliar dolar AS. Melihat dampak positif tersebut, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Yudo Dwinanda Priaadi mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan alokasi biodiesel. Terlebih, pemerintah juga telah meningkatkan bauran menjadi B35. 

Pada tahun 2023 ini, ia menyampaikan, kuota biodiesel ditetapkan sebesar 13,15 juta kilo liter dan diharapkan nilai manfaat dari program ini dapat mencapai lebih dari 11,2 miliar dolar AS. 

Baca Juga

“Biodiesel menawarkan sebagai campuran bahan bakar yang lebih bersih dan ramah lingkungan daripada bahan bakar fosil konvensional, sehingga mengarah kepada pengurangan emisi gas rumah kaca dan polusi udara secara signifikan,” kata Yudo dalam keterangan resminya, Rabu (11/10/2023). 

Ia menyampaikan, pemerintah pun berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sesuai kesepakatan global yang tercantum dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) untuk mengurangi emisi GRK sebanyak 32 persen atau 358 juta ton CO2 dengan usaha sendiri atau sebesar 41 persen atau sebanyak 446 juta ton CO2 dengan bantuan dunia internasional pada tahun 2030.

 

Untuk mengejar target tersebut, Yudo menyampaikan, berbagai program telah dilaksanakan pemerintah, salah satunya ialah pemanfaatan biomassa sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang memiliki dampak menghasilkan emisi gas buang.

“Biomassa sebagai salah satu sumber energi berbasis energi baru terbarukan memegang peranan penting dalam program dekarbonisasi menuju emisi nol bersih,” ujarnya. 

Implementasi bodiesel di Indonesia, kata Yudo, telah berjalan selama lebih dari 17 tahun dan menjadikan Indonesia sebagai pelopor dalam pemanfaatan biodiesel. Ia menyampaikan, bauran biodiesel akan terus ditingkatkan hingga mencapai B100.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement