Kamis 07 Sep 2023 12:31 WIB

BI: Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 137,1 Miliar Dolar AS

Penurunan cadangan devisa salah satunya karena stabilisasi nilai tukar rupiah.

Seorang melintas didepan pintu berlogo Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (8/4).
Foto: Prayogi/Republika
Seorang melintas didepan pintu berlogo Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (8/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2023 sebesar 137,1 miliar dolar AS, menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2023 sebesar 137,7 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (7/9/2023), mengatakan, penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kemudian kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca Juga

Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa akan tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan respons bauran kebijakan yang ditempuh BI dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sebelumnya, BI mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II 2023 turun menjadi 396,3 miliar dolar AS dari 403,2 miliar dolar AS pada kuartal sebelumnya. Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi 1,4 persen year-on-year (yoy), lebih rendah dari kontraksi pada kuartal I, yang sebesar 1,9 persen yoy. Kontraksi pertumbuhan ULN disebabkan oleh penurunan pada ULN sektor swasta.

Posisi ULN swasta pada akhir kuartal II 2023 tercatat sebesar 194,4 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan posisi pada kuartal sebelumnya sebesar 199,7 miliar dolar AS. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi 5,6 persen yoy, lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 3,0 persen yoy.

Sementara itu, ULN pemerintah juga mengalami penurunan, namun tidak sedalam penurunan ULN swasta. Posisi ULN pemerintah pada akhir kuartal II 2023 tercatat sebesar 192,5 miliar dolar AS, turun dari 194, miliar dolar AS pada kuartal I. Secara tahunan, ULN pemerintah tumbuh 2,8 persen yoy.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement