Jumat 11 Aug 2023 06:34 WIB

Harga Konsumen AS Naik moderat pada Juli, Lebih Lambat dari Perkiraan

Dalam 12 bulan hingga Juli, IHK inti AS naik 4,7 persen.

Tanda obral ditampilkan di toko ritel di Downers Grove, Illinois, Rabu, 12 April 2023. Pada hari Kamis, Departemen Tenaga Kerja melaporkan harga konsumen AS untuk bulan Juli. Ekonom mengharapkan laporan untuk menunjukkan harga naik 3,3%.
Foto: AP Photo/Nam Y. Huh
Tanda obral ditampilkan di toko ritel di Downers Grove, Illinois, Rabu, 12 April 2023. Pada hari Kamis, Departemen Tenaga Kerja melaporkan harga konsumen AS untuk bulan Juli. Ekonom mengharapkan laporan untuk menunjukkan harga naik 3,3%.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (10/8/2023) Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat naik 3,2 persen pada Juli secara year on year (yoy). Angka pertumbuhan ini lebih lambat dari yang diperkirakan, sebagai tanda kenaikan moderat dalam inflasi.

Inflasi tahunan Juli, menyusul kenaikan 3 persen pada bulan sebelumnya, naik untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu tahun, tetapi langkah-langkah yang mendasarinya tetap ringan. Pada skala bulanan, IHK meningkat 0,2 persen dari bulan lalu, menyamai kenaikan pada Juni.

Baca Juga

Shelter atau tempat tinggal menyumbang lebih dari 90 persen kenaikan IHK bulanan, dengan biaya sewa naik 0,4 persen. Sementara itu, harga makanan naik 0,2 persen dalam sebulan, dan energi naik 0,1 persen, menurut data resmi.

IHK inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, tumbuh 0,2 persen pada Juli bulan ke bulan, menyamai kenaikan pada Juni.

 

Dalam 12 bulan hingga Juli, IHK inti naik 4,7 persen, level terendah sejak Oktober 2021, setelah naik 4,8 persen pada Juni.

"Konsumen melihat bantuan berbasis luas pada harga ekonomi beroperasi di gigi rendah dan margin kecil kelonggaran terbuka di pasar tenaga kerja," kata Bill Adams, kepala ekonom di Comerica Bank di Dallas.

Inflasi telah turun jauh dari puncak 9,1 persen pada Juni 2022, tetapi masih jauh di atas target Federal Reserve di level 2,0 persen. "Meskipun wajar untuk menggambarkan harga masih relatif tinggi di tempat-tempat seperti tempat tinggal dan mobil bekas, kami menyaksikan tingkat perubahan yang mendorong konsumen, serta pembuat kebijakan Federal Reserve," kata Rick Rieder, kepala investasi pendapatan tetap global di perusahaan manajemen aset BlackRock.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement