Rabu 02 Aug 2023 10:47 WIB

Ogah Beli Motor Listrik, Warga: Nggak Bisa Ngebut!

Meski lebih hemat, motor listrik masih kurang diminati karena berbagai alasan.

Rep: Mgrol148/ Red: Lida Puspaningtyas
Pengunjung melakukan uji kendaraan motor listrik saat Sosialisasi Program Konversi Sepeda Motor Listrik di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Bali, Ahad (30/7/2023). Kegiatan tersebut digelar oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka percepatan target 50 ribu unit sepeda motor BBM konversi menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai pada tahun 2023.
Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pengunjung melakukan uji kendaraan motor listrik saat Sosialisasi Program Konversi Sepeda Motor Listrik di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Bali, Ahad (30/7/2023). Kegiatan tersebut digelar oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka percepatan target 50 ribu unit sepeda motor BBM konversi menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai pada tahun 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menargetkan dua juta motor listrik bakal mengaspal pada tahun 2025. Namun, untuk mencapai sasaran tersebut tidaklah mudah, karena minat konsumen Indonesia terhadap motor listrik ternyata masih relatif rendah.

Firman Septiansyah salah satu pemilik kendaraan bermotor yang baru saja membeli kendaraan bermotor pada Selasa (1/8/2023) mengatakan masih lebih memilih motor BBM. Salah satu alasannya adalah kecepatan.

Baca Juga

"Lebih ke efisien dari segi waktu, karena kan nggak tahu jalanan Jakarta gimana macetnya jadi bisa selap-selip buat ngebut," kata dia.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan membeli sepeda motor konvensional ini, tidak membuat dirinya merasa boros. Selain harga belinya yang lebih murah, cenderung variatif, juga mempermudah dari sisi perawatan.

"Soal perawatan ini kan lebih gampang sepeda motor, bengkel di mana-mana, itu risiko kita sebagai pemilik sama aja kayak motor listrik kalau rusak belum tentu juga kan bengkel yang tersedia memadai," katanya.

Ia juga belum yakin dengan pasar motor listrik di Indonesia. Pemerintah sudah menerapkan subsidi untuk pembelian dan konversi ke armada listrik, namun itu dirasanya belum cukup untuk jadi solusi meramaikan pasar.

"Ya kalo diliat secara umum pasti masih lebih banyak kendaraan motor bahan bakar dibanding listrik, karena ya pasti nggak mau ribet, charge masih susah, dan lain-lainnya," kata dia.

Rata-rata kecepatan motor listrik memang hanya sekitar 30-60 km per jam. Untuk beberapa merek tertentu yang lebih mahal, kecepatan bisa mencapai 80-100 km per jam.

Di Indonesia, sepeda motor memang menjadi alat transportasi penting yang digunakan masyarakat untuk bermobilitas sehari-hari. Hampir setiap jalanan didominasi oleh jenis kendaraan ini.

Berdasarkan data BPS tahun 2022, terdapat sekitar 120 juta unit kendaraan yang beredar di seluruh Indonesia. Apabila dirata-rata, setiap satu dari dua orang penduduk Indonesia memiliki setidaknya satu unit sepeda motor.

Dibandingkan dengan jenis kendaraan lainnya, seperti mobil penumpang, mobil barang, dan bus, proporsi sepeda motor sangat mendominasi karena mencapai 84 persen dari total 142 juta unit kendaraan.

Popularitas sepeda motor di kalangan masyarakat tersebut mengindikasikan bahwa kendaraan jenis ini menjadi andalan untuk berbagai keperluan sehari-hari.

Berbeda dengan Firman, Liyanto yang merupakan salah satu pengendara motor listrik mengatakan..

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement