Senin 24 Jul 2023 13:47 WIB

Disokong Pendukung Jokowi, Survei: Prabowo Jadi Capres Berelektabilitas Tinggi

Elektabilitas Prabowo Subianto unggul ketat sebagai capres 2024

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto di Paris, Prancis, Jumat (21/7/2023).
Foto: Dok Kemenhan
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto di Paris, Prancis, Jumat (21/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dinilai sebagai calon presiden yang mendapatkan elektabilitas tinggi dari masyarakat. Keterpilihannya bersaing dengan calon presiden lainnya yang akan bertarung pada Pemilu 2024. 

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro berpendapat, Prabowo merupakan calon presiden yang mendapatkan dukungan dari Presiden Joko Widodo. Saat ini sosok Ketua Umum Partai Gerindra itu kerap berada di samping Presiden Jokowi. Di berbagai kesempatan kegiatan kenegaraan, Presiden Jokowi hampir selalu mengajak Prabowo untuk terjun langsung ke masyarakat. 

Baca Juga

Melihat kedekatan tersebut, di mata para pemilih Presiden Jokowi di dalam dua Pemilu terdahulu, Prabowo diasosiasikan sebagai Capres yang layak meneruskan kerja-kerja Presiden Jokowi. 

“Di mata pemilih Presiden Joko Widodo di dalam dua pemilu terdahulu, Prabowo Subianto diasosiasikan sebagai bakal calon presiden paling direstui oleh Presiden,” kata Bawono. 

Elektabilitas Prabowo belakangan ini kian menunjukkan tren positif. Setelah sempat tersalip oleh Capres Ganjar Pranowo, kini elektabilitasnya kian kokoh di peringkat pertama. 

“Temuan dari hasil survei tatap muka Indikator periode 20-24 Juni 2023 ini elektabilitas dari Prabowo Subianto mencapai 36,8 persen di simulasi tiga nama. Jika dibandingkan survei tatap muka periode 11-18 April temuan Indikator elektabilitas dari Prabowo saat itu masih di kisaran 31,0 persen,” lanjut Bawono. 

“Jadi ada lonjakan dari tingkat elektabilitas cukup signifikan dialami oleh Prabowo Subianto,” ungkap Bawono. 

Bawono tak menampik melesatnya elektabilitas Prabowo itu karena berhasil menarik dukungan dari basis pendukung Jokowi di Pilpres 2019. Ia melanjutkan, pada hasil survei Indikator menunjukkan dukungan basis Jokowi-Ma’ruf Amin ke Prabowo meningkat dalam kurun waktu 3 bulan terakhir. 

“Salah satu sebab dari lonjakan tingkat elektabilitas itu tak dapat dimungkiri dikarenakan Prabowo Subianto perlahan-lahan semakin mampu menarik dukungan dari pemilih Joko Widodo di Pemilu lalu,” imbuhnya. 

Bawono menambahkan adanya peningkatan dukungan dari basis Jokowi terhadap Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra itu karena adanya endorsement yang kuat dari Presiden Jokowi. Menurutnya, Prabowo sudah membuktikan kinerja serta dedikasi tinggi selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju. 

Oleh karena itu, tak mengherankan secara perlahan-lahan, Prabowo saat ini mulai berhasil menuai dukungan dari sebagian pemilih Presiden Jokowi pada dua pemilu terdahulu. 

“Karena itu tidak mengherankan apabila secara perlahan-lahan Prabowo mulai berhasil menuai dukungan dari sebagian pemilih Presiden Jokowi pada dua pemilu terdahulu sebagaimana terkonfirmasi di temuan survei Indikator Politik Indonesia,” pungkasnya. 

Dalam temuan terbaru survei yang dikeluarkan oleh Indikator Politik Indonesia, Prabowo berhasil mengungguli Capres Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Dalam simulasi tiga nama, Prabowo berada di peringkat pertama dengan elektabilitas mencapai 36,8 persen.

Sementara itu di posisi kedua ditempati Ganjar Pranowo dengan raihan dukungan sebanyak 35,7 persen dan Anies Baswedan yang hanya mampu meraup suara sebesar 21,5 persen. 

Tak berhenti sampai disitu, Prabowo juga mengantongi keunggulan dari para pemilih berdasarkan kelompok generasi. Prabowo unggul dari pemilih generasi z, milenial, hingga baby boomer. 

Pada pemilih dengan usia kurang dari 26 tahun atau generasi z, Prabowo mendapatkan dukungan sebesar 40,5 persen. Disusul oleh Ganjar, dengan torehan suara sebanyak 35,5 persen dan Anies Baswedan yang hanya mendapat suara sebanyak 22,0 persen. 

Kemudian, pada pemilih dengan klaster usia 27-42 tahun atau milenial, Prabowo berhasil mendapatkan dukungan sebesar 37,1 persen. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan dukungan yang didapatkan Ganjar Pranowo dengan total 34,8 persen dan Anies Baswedan yang hanya meraup suara sebesar 21,9 persen. 

Terakhir, Prabowo juga mendapatkan limpahan dukungan dari para pemilih yang berusia 59-79 tahun atau generasi baby boomers. Pada klaster tersebut, Prabowo berhasil mendapatkan dukungan sebesar 41,3 persen, jauh lebih tinggi dari dukungan yang didapatkan Ganjar dengan 31,3 persen dan Anies yang hanya meraih suara sebesar 14,2 persen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement