Jumat 21 Jul 2023 13:14 WIB

Bulog Optimalkan Penyaluran Beras SPHP Antisipasi Dampak El Nino

Beras SPHP sesuai petunjuk pusat juga harus bisa ditingkatkan.

Sejumlah bocah bermain di area persawahan yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau di Desa Pajukukang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Ahad (25/6/2023). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan persentase peluang terjadinya fenomena El Nino di Indonesia pada Juni 2023 menguat dari sebelumnya 50-60 persen menjadi 80 persen sehingga pemerintah pusat dan daerah diharapkan segera melakukan upaya antisipatif pada wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan dampak lanjutannya.
Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda
Sejumlah bocah bermain di area persawahan yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau di Desa Pajukukang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Ahad (25/6/2023). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan persentase peluang terjadinya fenomena El Nino di Indonesia pada Juni 2023 menguat dari sebelumnya 50-60 persen menjadi 80 persen sehingga pemerintah pusat dan daerah diharapkan segera melakukan upaya antisipatif pada wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan dampak lanjutannya.

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKARAYA -- Kantor Wilayah Bulog Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan penguatan pangan salah satunya dengan mengoptimalkan penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kepala Kantor Wilayah Bulog Kalimantan Tengah Budi Cahyanto di Palangka Raya, Jumat (21/7/2023), mengatakan, optimalisasi penyaluran beras SPHP ini sekaligus penguatan upaya antisipasi terhadap fenomena El Nino yang diperkirakan berdampak terhadap pangan.

Baca Juga

"Beras SPHP sesuai petunjuk pusat juga harus bisa ditingkatkan, karena memang fenomena El Nino ini juga tampaknya semakin menguat," ujarnya.

Saat ini penyaluran beras SPHP di Kalimantan Tengah per 20 Juli 2023 sudah mencapai 71,64 persen, yakni sebanyak 6.300 ton lebih, dari target sebanyak 8.800 ton.

"Keberadaan beras SPHP di Kalimantan Tengah kian diminati oleh masyarakat sehingga kami harap juga semakin berkontribusi dalam upaya stabilisasi harga," katanya.

Budi Cahyanto menjelaskan, pihaknya berupaya agar penyaluran beras SPHP dapat dilakukan secara merata kepada masyarakat di berbagai daerah di Kalimantan Tengah, melalui mitra mereka seperti Rumah Pangan Kita (RPK) maupun toko-toko yang ada di pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpang) Kalimantan Tengah Riza Rahmadi mengatakan, pihaknya turut mendorong Bulog agar beras SPHP dapat terdistribusi secara merata ke berbagai daerah di provinsi setempat.

"Agar ketersediaan beras dalam memenuhi kebutuhan masyarakat kita di Kalimantan Tengah bisa dilakukan dengan baik, termasuk mengantisipasi dampak El Nino terhadap pangan," ujarnya.

Dia mengatakan, beras Program SPHP ini sangat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, terlebih harganya yang relatif terjangkau dan rasanya juga disukai oleh masyarakat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement