Kamis 20 Jul 2023 23:29 WIB

ARTO Perbanyak Kolaborasi untuk Perluas Ekosistem Digital

ARTO fokus mengintegrasikan aplikasi Jago ke banyak aplikasi digital

Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago Andy Djiwandono, mengatakan sebagai bank berbasis teknologi (tech-based bank) Bank Jago tidak memiliki strategi untuk membesarkan atau membangun sendiri ekosistem digital. Keunikan Bank Jago terletak pada prinsip life-centric yang mampu tertanam dalam ekosistem.
Foto: dok JAGO
Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago Andy Djiwandono, mengatakan sebagai bank berbasis teknologi (tech-based bank) Bank Jago tidak memiliki strategi untuk membesarkan atau membangun sendiri ekosistem digital. Keunikan Bank Jago terletak pada prinsip life-centric yang mampu tertanam dalam ekosistem.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Jago Tbk (ARTO) menyiapkan jurus dalam menghadapi ketatnya persaingan bisnis bank digital. Perusahaan secara konsisten memperbanyak kolaborasi, sehingga aplikasi Jago mampu tertanam di lebih banyak ekosistem digital.

Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago Andy Djiwandono, mengatakan sebagai bank berbasis teknologi (tech-based bank) Bank Jago tidak memiliki strategi untuk membesarkan atau membangun sendiri ekosistem digital. Keunikan Bank Jago terletak pada prinsip life-centric yang mampu tertanam dalam ekosistem. 

"Jadi, fokus kami adalah mengintegrasikan aplikasi Jago ke banyak aplikasi digital,” kata dia melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/7/2023). 

Andy menjelaskan, keahlian Bank Jago untuk menyiapkan solusi finansial dalam bentuk produk dan jasa layanan keuangan berbasis aplikasi. Sementara expertise membangun ekosistem dimiliki oleh perusahaan platform digital. Mereka inilah yang punya kemampuan memahami dan melayani para pengguna dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari melalui aplikasi.

 “Jadi, kami tidak punya aspirasi menciptakan atau membesarkan ekosistem sendiri. Fokus kami, membangun kolaborasi agar aplikasi Jago bisa terintegrasi banyak aplikasi digital lain,” katanya.  

Dalam memperluas kolaborasi, Bank Jago berupaya mencermati kebutuhan dan keinginan setiap nasabah dalam kehidupan sehari-harinya. Hasil survei internal selalu menunjukkan, konsumen sering menggunakan aplikasi digital untuk memesan makanan, memesan transportasi, penerbangan, hotel, belanja, hingga melakukan investasi.

“Karena keseharian mereka berada di dalam ekosistem digital, bank perlu hadir di sana sebagai penyedia transaksi keuangan. Maka itu Bank Jago memiliki aspirasi untuk hadir di berbagai aplikasi digital yang digunakan orang dalam kehidupan sehari-harinya,” katanya.

Saat ini aplikasi Jago sudah tertanam dalam ekosistem GoTo, reksadana online Bibit, Sekuritas Stockbit dan BFI Finance. Selain itu, Jago juga menjalin kemitraan dengan banyak partner fintech lending dan institusi finansial lain.

Kolaborasi ekosistem juga digencarkan bank digital lainnya. Antara lain Seabank dengan platform e-commerce Shopee, Superbank dengan Grab dan Emtek dan Allo bank dengan peritel Transmart serta afiliasinya. Kolaborasi bank digital dengan fintech lending juga dilakukan oleh Neo Commerce dengan Akulaku dan Krom Bank dengan Kredivo.

 Kemampuan bank digital terintegrasi dengan ekosistem menjadi faktor kunci karena memungkinkan bank melakukan ekspansi secara cepat dan efisien. Mereka tidak perlu lagi mengikuti peta jalan bank besar di masa lalu, seperti membangun ratusan kantor cabang serta merekrut ribuan karyawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement