Rabu 12 Jul 2023 06:33 WIB

Harga Emas Rebound karena Dolar AS Jatuh ke Level Terendah Dua Bulan

Pejabat Federal Reserve mengisyaratkan bank sentral mendekati akhir siklus pengetatan

Bank Sentral AS atau Federal Reserve.
Foto: AP Photo/Patrick Semansky
Bank Sentral AS atau Federal Reserve.

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Harga emas berjangka meningkat pada akhir perdagangan Selasa (11/7/2023), rebound dari kerugian sesi sebelumnya karena dolar AS jatuh ke level terendah dua bulan terhadap mata uang utama lainnya. Pejabat Federal Reserve mengisyaratkan bank sentral AS mendekati akhir siklus pengetatannya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange terdongkrak 6,10 dolar AS atau 0,32 persen menjadi ditutup pada 1.937,10 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.944,50 dolar AS dan terendah di 1.929,80 dolar AS.

Baca Juga

Beberapa pejabat Fed mengatakan pada Senin (10/7/2023) bahwa bank sentral kemungkinan perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menurunkan inflasi, tetapi akhir dari siklus pengetatan kebijakan moneter saat ini semakin dekat. Komentar tersebut menjatuhkan greenback ke level terendah dua bulan di 101,66 terhadap sekeranjang mata uang, karena para pedagang mengurangi ekspektasi mereka tentang seberapa jauh suku bunga AS mungkin harus naik. Indeks dolar terakhir turun 0,3 persen pada 101,65.

Investor sedang menunggu laporan indeks harga konsumen (IHK) Juni yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat. Perlambatan inflasi bisa mendorong harga emas kembali di atas 1.950 dolar AS, menurut para analis pasar.

 

Para pedagang logam mencari lebih banyak isyarat dari data inflasi indeks harga konsumen utama AS yang akan dirilis pada Rabu, untuk mengukur seberapa jauh inflasi mereda hingga Juni. Namun, sementara inflasi secara keseluruhan diperkirakan telah mereda, inflasi IHK inti diperkirakan masih akan tetap tinggi, kemungkinan mengundang retorika hawkish dari The Fed.

Banyak anggota Fed juga akan berbicara minggu ini, termasuk Neel Kashkari dan Loretta Mester. Anggota bank sentral sejauh ini menggemakan sikap Ketua Fed Jerome Powell bahwa masih diperlukan lebih banyak kenaikan suku bunga untuk menurunkan inflasi yang bandel.

Federasi Nasional Bisnis Independen melaporkan Selasa (11/7/2023) bahwa indeks optimisme bisnis kecil meningkat menjadi 91 pada Juni dari 89,4 pada Mei, jauh di bawah rata-rata indeks 49 tahun sebesar 98. Tetapi pembacaan indeks di depan perkiraan konsensus 89,6 dari para ekonom.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 6,40 sen atau 0,27 persen menjadi ditutup pada 23,281 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober tergerus 2,40 dolar AS atau 0,26 persen, menjadi menetap pada 932,40 dolar AS per ounce.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement