Selasa 04 Jul 2023 17:53 WIB

Perkuat Komitmen NZE 2060 Pertamina, PGN Garap Proyek Biomethane Plant Development

Proyek Biomethane Plant Development ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2023.

PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina melakukan upaya dekarbonisasi industri kelapa sawit melalui proyek Biomethane Plant Development.
Foto: PGN
PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina melakukan upaya dekarbonisasi industri kelapa sawit melalui proyek Biomethane Plant Development.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan Net Zero Emission (NZE) 2060, PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina melakukan upaya dekarbonisasi industri kelapa sawit melalui proyek Biomethane Plant Development. PGN sebagai pengelola gas bumi terintegrasi bersama Holding Migas Pertamina terus melanjutkan kesiapan agar proyek biometana dapat terealisasi di Indonesia.

PGN bersama Subholding Pertamina lainnya menyampaikan peluang dan gagasan proyek strategis yang ramah lingkungan, termasuk proyek biometana pada Pertamina Investor Day 2023 yang diselenggarakan tanggal 3-4 Juli 2023. Acara ini juga dapat meningkatkan hubungan baik dan menjaga kepercayaan para investor maupun partner bisnis Pertamina.

Baca Juga

Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, Atep Salyadi Dariah Saputra menjelaskan bahwa Pertamina Group mendukung penuh upaya pemerintah dalam mencapai NZE 2060. Pertamina juga mengupayakan agar kinerja perusahaan dapat membantu terwujudnya NZE 2060.

Subholding-Subholding dan Anak Perusahaan Pertamina juga memiliki proyek-proyek strategis melalui Business Matching yang dapat membuka kesempatan kerja sama kepada investor potensial. Pada kesempatan ini, PGN sebagai Subholding Gas Pertamina membuka peluang kerjasama untuk 3 sampai 4 proyek Biomethane Plant Development di Sumatera. Total biaya proyek ini mencapai 20 juta dolar AS, dengan biaya sekitar 4-5 juta dolar AS untuk masing-masing proyeknya.

 

photo
PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina melakukan upaya dekarbonisasi industri kelapa sawit melalui proyek Biomethane Plant Development. - (PGN)

 

Proses ekstraksi minyak sawit mentah menghasilkan Palm Oil Mill Effluent (POME) dengan jumlah 0,5-0,75 m3/ton buah. Dalam proyek biometana PGN akan memanfaatkan POME untuk menghasilkan biogas. Melalui pengolahan lebih lanjut dari biogas, biometana kemudian dikompresi menjadi Compressed Natural Gas (CNG) untuk didistribusikan ke pelanggan industri, rumah sakit, hotel, dan pusat perbelanjaan.

Pemanfaatan biometana berpotensi untuk menggantikan bahan bakar minyak yang berasal dari fossil, sekaligus mengatasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah cair tersebut. Selain itu, proyek ini juga merupakan diversifikasi bisnis PGN dengan menghasilkan biometana sebagai energi bersih.

Memiliki karakteristik yang mirip dengan gas bumi, biometana juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan, generator listrik dan pemanas. Biometana juga lebih baik dalam hal jejak karbon.

Harry Budi Sidharta selaku Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN menyampaikan kapasitas dari produksi biometana ini mencapai angka 432 ribu MMBTU/tahun. PGN pun akan memungkinkan pengangkutan biometana dari Sumatera ke offtaker potensial di area Jawa dan Sumatera dengan menggunakan jaringan pipa gas.

“Proyek ini akan berlokasi di Sumatera, daerah sebagian besar perkebunan kelapa sawit berada. PGN memiliki pipa gas transmisi di Sumatera, maka kami akan mengupayakan pengangkutan biometana ini menggunakan jaringan pipa gas dari Sumatera ke area Jawa dan Sumatera,” ujar Harry saat paparan pada Pertamina Investor Day 2023 di Grha Pertamina Jakarta, Senin (3/7/2023) lalu.

Proyek Biomethane Plant Development ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2023. Dengan melakukan kerja sama untuk proyek ini, partner eksternal dapat memperoleh keuntungan dari Internal Rate of Return (IRR) dan juga jaminan permintaan oleh pelanggan.

“Ini merupakan kesempatan untuk mengembangkan biometana sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia,” kata Harry.

Selain itu, PGN juga melakukan small group discussion dengan para investor maupun partner bisnis. Informasi yang disampaikan berisi tentang profil perusahaan, kinerja perusahaan, investasi dan proyek strategis perusahaan oleh Susiyani Nurwulandari selaku Division Head, Investor Relations PGN, dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan Harry Budi Sidharta.

Harry menambahkan, bahwa saat ini PGN sedang mengupayakan agar terminal LNG Arun dapat menjadi LNG Hub leader di Asia. Hal ini mengingat adanya potensi kebutuhan LNG storage yang besar di Asia-Pasifik. Langkah yang dilakukan saat ini adalah memaksimalkan kapasitas storage di Arun  dengan melakukan revitalisasi tangki F-6004 yang idle sejak tahun 2004. Ke depannya akan dilakukan penambahan kapasitas dengan investasi pembangunan storage baru hingga kapasitas bisa meningkat hingga dua kali lipat. Harry pun mengajak pihak eksternal untuk dapat melakukan kerjasama dalam mendukung proyek strategis ini.

“LNG merupakan masa depan bisnis kita, dan PGN terbuka untuk strategic partners,” kata Harry.

Pertamina Investor Day 2023 menjadi sebuah kesempatan bagi para investor dan partner bisnis untuk mendapatkan informasi terkini mengenai strategi korporasi Pertamina. Informasi tersebut meliputi kinerja operasional, kinerja finansial, aspek keberlanjutan perusahaan serta informasi dari seluruh subholding dan anak perusahaan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement