Senin 26 Jun 2023 14:28 WIB

Mendag: Saya Nggak Suka Impor

Saat ini impor gandum Indonesia mencapai 13 juta ton per tahun.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha
Mendag Zulkifli Hasan. Pemerintah terus mengatur strategi agar bisa menekan impor ini.
Foto: Dok Kemendag
Mendag Zulkifli Hasan. Pemerintah terus mengatur strategi agar bisa menekan impor ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengaku dari tahun ke tahun volume impor, khususnya komoditas pangan, terus naik. Menurut dia, pemerintah terus mengatur strategi agar bisa menekan impor ini.

"Saya Menteri Perdagangan urusannya itu impor dan ekspor, tetapi saya termasuk yang nggak suka impor," kata Zulkifli di Jakarta, Senin (26/6/2023).

Baca Juga

Zulkifli merinci, saat ini impor gandum Indonesia mencapai 13 juta ton per tahun. Sedangkan, untuk gula pasir mencapai 5 juta per tahun. Tak hanya itu, untuk garam juga naik menjadi 3 juta ton per tahun. Impor bawang putih juga mencapai 600 ribu ton per tahun.

"Oleh karena itu, saya minta arahan kepada Bapak Presiden (Joko Widodo) apakah boleh mengendalikan impor, agar produsen dalam negeri bisa diarahkan untuk mendongkrak produksinya," kata Zulkifli.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor Indonesia pada Mei 2023 mencapai 21,28 miliar dolar AS. Capaian ini naik sebesar 3,65 persen dibandingkan April 2023. Impor barang konsumsi naik drastis mencapai 47,86 persen. Tak hanya itu, impor buah segar juga mengalami peningkatan. Seperti buah leci sebesar 2,26 juta dolar AS dan kiwi sebesar 1,8 juta dolar AS. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement