Jumat 23 Jun 2023 17:50 WIB

Fungsi Research Technology and Innovation, Garda Terdepan Inovasi Pertamina

RTI Pertamina telah melakukan penelitian bersama puluhan peneliti dalam luar negeri.

Dihadapkan pada tantangan transisi energi, Pertamina terus gencar mengembangkan inovasi berbasis teknologi.
Foto: Pertamina
Dihadapkan pada tantangan transisi energi, Pertamina terus gencar mengembangkan inovasi berbasis teknologi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dihadapkan pada tantangan transisi energi, Pertamina terus gencar mengembangkan inovasi berbasis teknologi. Fungsi Research, Technology, and Innovation (RTI) Pertamina yang berdiri sejak tahun 2017, telah memiliki kapasitas, kapabilitas dan sistem untuk menggerakan segala bentuk inovasi dan telah berhasil menciptakan nilai hingga 14,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 217 miliar dari produk inovasi yang di komersialisasikan. 

“Pertamina juga dapat menghasilkan optimisasi biaya (cost optimization) sebesar 4,6 juta dolar AS melalui pendanaan grant hasil kolaborasi bersama dengan mitra, baik dari dalam maupun luar negeri” ungkap Oki Muraza, Senior Vice President RTI Pertamina, dalam siaran persnya.

Baca Juga

Dengan upaya tersebut, sebanyak 49 hak paten telah dipegang Pertamina untuk utilisasi dan lebih dari 200 program inovasi masih dalam proses penggarapan RTI. Bahkan, kata Oki, inovasi tersebut banyak meraih penghargaan baik di dalam negeri maupun internasional, antara lain, empat perwira mendapatkan penghargaan di Taiwan Innotech Expo 2022 dan 13 penghargaan di Dharma Karya Energi 2022.

"Bulan Mei lalu, Dirut Pertamina Ibu Nicke Widyawati mendapat penghargaan sebagai Perempuan Indonesia Pendorong Inovasi pada peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2023 dari Kementerian Hukum dan HAM RI," ungkap Oki.

photo

Oki Muraza, Senior Vice President RTI Pertamina mengatakan Pertamina terus gencar mengembangkan inovasi berbasis teknologi. - (Pertamina)

 

Melalui kolaborasi antara fungsi Research and Technology Innovation (RTI) dengan lini usahanya, RTI Pertamina telah berhasil melakukan penelitian bersama puluhan peneliti dari institusi Intenasional dan nasional, perusahaan energi, pemerintahan dan universitas. RTI juga mengembangan catalyst plant, energy hijau, CCUS, serta aktif terlibat dalam proyek strategis nasional.

“RTI juga berhasil mendapatkan ISO Standard 17024:2017 dari KAN untuk fasilitas Laboratorium Upstream, Dowstream, dan EBT,  berkontribusi dalam porsi EBT untuk memenuhi target 23 persen pada tahun 2025, serta terlibat dalam fokus keberlanjutan untuk mendukung peta jalan ESG dan inisiatif energi hijau yang telah menjadi komitmen  Pertamina Net Zero Emission,” ujarnya dalam siaran pers. 

“Kami mengapresiasi beberapa partner International dan nasional seperti Chevron, Exxon Mobile, METI,  dari universitas, dan perusahaan-perusahaan lain yang telah menjadi partner kita selama ini,” kata Oki. 

Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement