Jumat 16 Jun 2023 16:12 WIB

KBRI Tokyo: Indonesia dan Jepang Dapat Saling Mengisi

Indonesia dapat melengkapi Jepang dari sisi ketenagakerjaan.

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Lida Puspaningtyas
Duta Besar RI untuk Jepang, Heri Akhmadi berbincang dengan Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Nur Hasan Murtiaji di KBRI Tokyo, Jepang.
Foto: Fakhtar Khairon Lubis
Duta Besar RI untuk Jepang, Heri Akhmadi berbincang dengan Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Nur Hasan Murtiaji di KBRI Tokyo, Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Hubungan Indonesia dan Jepang kini menginjak usia 65 tahun. Duta Besar RI untuk Jepang, Heri Akhmadi menilai, Indonesia dan Jepang memiliki tantangan masing-masing dalam pembangunan. Akan tetapi, keduanya bisa saling melengkapi dan justru memperkuat satu sama lain.

Salah satu kekurangan yang dihadapi Jepang tapi bisa didukung oleh Indonesia adalah mengenai ketenagakerjaan. Heri juga menyoroti adanya perubahan kebijakan terkait tenaga kerja di Jepang. Itu membuka peluang lebih besar bagi pekerja asal Indonesia terutama pekerja berketerampilan khusus dalam mempersiapkan diri ke Jepang. Berikut petikan wawancaranya:

Baca Juga

T: Tahun ini bertepatan dengan 65 tahun peringatan hubungan Indonesia dan Jepang. Hubungan seperti apa yang terjalin antara kedua negara selama ini?

J: Secara khusus, kami di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta bekerja sama dalam merumuskan tema besar peringatan 65 tahun hubungan Indonesia-Jepang. Kita sepakat memberikan tema "Indonesia Jepang Satu Hati".

 

Sejak lama sekali, bahkan sebelum kemerdekaan, Indonesia dan Jepang sudah memiliki hubungan yang baik. Tetapi, hubungan diplomatik resmi itu baru dibuka pada 1958. Sejak itu, terdapat kerja sama seperti beasiswa atau bantuan teknis lain.

Jepang sebetulnya kalah (perang) bukan dari RI tapi dari sekutu. Akan tetapi, Jepang tetap membayar pampasan perang kepada Indonesia. Dari sana, kita memulai program kerja sama pembangunan yang lebih luas lagi.

Mulai dari kerja sama ekonomi, teknis, dan lainnya kemudian berkembang juga pada tahun lalu kita bekerja sama di bidang pertahanan. Untuk pertama kalinya, tentara Jepang ikut latihan bersama di Indonesia dan tahun ini akan kembali dilakukan dengan jumlah yang lebih besar.

Meski demikian, kami merasa kerja sama yang sejati adalah kerja sama antara kedua rakyat itu sendiri. Sehingga, kami pilih tema itu. Memang kita sudah bekerja sama dalam ekonomi, pendidikan, dan pertahanan tapi pada ujungnya saya kira kerja sama antara orang Indonesia dan orang Jepang itu yang masuk ke hati.

Pada peringatan hubungan Indonesia-Jepang lima tahun yang lalu, kita membuat rangkaian diskusi dan kajian mengenai shared future kedua negara. Kita berbagi perkiraan masa depan Indonesia dan Jepang. Diperkirakan pada 2045, Indonesia dan Jepang itu masing-masing akan menjadi negara dengan PDB terbesar keempat dan kelima di dunia. Indonesia nantinya akan lebih besar dari Jepang.

Kerja sama ini akan kita wujudkan karena ada persamaan dan perbedaan yang saling melengkapi. Persamaannya, Indonesia dan Jepang adalah sama-sama negara kepulauan, negeri ring of fire atau di dalam lingkungan vulkanik, dan juga negara demokrasi.

Terkait perbedaan, Indonesia adalah negara dengan ekonomi yang sedang berkembang sementara Jepang sudah maju dan mungkin cenderung sudah stabil atau tidak meningkat lagi. Sementara, ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh sekitar 5-6 persen per tahun. Penduduk Indonesia juga masih bertumbuh sementara penduduk Jepang justru menurun.

Baik dari sisi demografi maupun potensi ekonomi sebetulnya kedua negara bisa menjalin kerja sama yang lebih baik. Jepang saat ini menjadi kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia tapi akan segera tersusul oleh India. Indonesia juga sedang meningkat pesat untuk menjadi kekuatan ekonomi besar.

T: Prioritas seperti apa yang menjadi perhatian dalam relasi ini?....

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement