Senin 29 May 2023 22:54 WIB

Cetak Pengusaha Muda, BTN Ajak Milenial Terjun ke Bisnis Properti

BTN gelar Pelatihan Developer Milenial di sejumlah kota guna cetak wirausahawan baru.

Teller Bank BTN sedang menghitung uang pecahan baru untuk melayani kebutuhan nasabah di Kantor Cabang Bank BTN Harmoni, Jakarta. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Forum Wartawan BTN menggelar Pelatihan Developer Milenial di sejumlah kota untuk mencetak wirausahawan baru dari kalangan generasi milenial yang tertarik pada sektor properti.
Foto: Dok Republika
Teller Bank BTN sedang menghitung uang pecahan baru untuk melayani kebutuhan nasabah di Kantor Cabang Bank BTN Harmoni, Jakarta. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Forum Wartawan BTN menggelar Pelatihan Developer Milenial di sejumlah kota untuk mencetak wirausahawan baru dari kalangan generasi milenial yang tertarik pada sektor properti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Forum Wartawan BTN menggelar Pelatihan Developer Milenial di sejumlah kota untuk mencetak wirausahawan baru dari kalangan generasi milenial yang tertarik pada sektor properti. 

Sekretaris Perusahaan BTN Ramon Armando mengatakan, perseroan sangat concern terhadap generasi milenial yang memiliki minat menjadi developer. Maka dari itu, berbagai pelatihan yang menggandeng banyak institusi telah digelar perseroan agar para milenial sukses menjadi developer.

Kali ini, lanjut Ramon, BTN menggandeng Forum Wartawan BTN dalam menggelar Pelatihan Developer Milenial sejumlah kota, salah satunya di Jember, Jawa Timur, pada Senin (29/5/2023). 

"Kami mengharapkan kelak para peserta Pelatihan Developer Milenial BTN ini bisa terjun ke bidang perumahan dengan menjadi developer-developer muda di daerahnya masing-masing," ujarnya dalam keterangan tulis, Senin (29/5/2023).

 

Menurut Ramon, program Pelatihan Developer Milenial dan juga program pelatihan lainnya sangat penting bagi kemajuan industri properti khususnya perumahan. Sebab, kebutuhan rumah setiap tahunnya di Indonesia sebanyak 400 ribu unit.

"Namun, suplai dari pengembang belum bisa mengimbangi kebutuhan akan rumah saat ini," ucap Ramon.

Adanya berbagai pelatihan dalam mencetak wirausaha bidang properti, Ramon berharap antara supply dan demand sektor perumahan bisa seimbang dan mengurangi angka backlog sebanyak 11 juta unit.

"Tujuan besarnya kita mendukung penambahan sisi pasokan perumahan untuk memenuhi permintaan perumahan yang masih tinggi. Demand begitu banyak tetapi suplai terbatas," ucapnya.

"Maka itu peran kita semua, peran para calon-calon developer muda dalam meningkatkan sisi suplai, sehingga jumlah developer bertumbuh dan semua kebutuhan rumah bisa disediakan khususnya kebutuhan rumah menengah ke bawah," ucap Ramon.

Sementara itu, Ketua Komisariat REI Jember Bambang Budi Susetyo mengapresiasi program Pelatihan Developer Milenial yang digagas oleh BTN. 

"Terlebih lagi Kota Jember merupakan lumbung properti terbesar di Indonesia. Ini dibuktikan dengan penghargaan realisasi KPR subsidi terbesar di Indonesia yang diperoleh Kota Jember," kata Bambang. 

Menurut dia, program yang digagas oleh BTN juga sangat berguna untuk mempersiapkan kalangan milenial dapat terjun ke sektor properti. 

"Ke depan, urusan properti memang harus dikuasai oleh milenial karena mereka lebih menguasai IT, sehingga program ini sudah sangat tepat untuk mencetak lahirnya developer-developer muda yang handal," pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement