Senin 22 May 2023 06:20 WIB

HRTA Target Penjualan Emas ke India Bertambah Dua Ton

HRTA optimistis ekspor mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan pada 2023.

Pekerja melayani pengunjung di gerai emas Hartadinata Abadi di Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/3/2022). PT Hartadinata Abadi Tbk (kode saham HRTA) menargetkan penjualan perhiasan emas berkadar 91,6 persen ke India bisa bertambah dua ton dalam dua bulan ke depan yang dikontribusikan dari ekspor ke perusahaan Bright Gold.
Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Pekerja melayani pengunjung di gerai emas Hartadinata Abadi di Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/3/2022). PT Hartadinata Abadi Tbk (kode saham HRTA) menargetkan penjualan perhiasan emas berkadar 91,6 persen ke India bisa bertambah dua ton dalam dua bulan ke depan yang dikontribusikan dari ekspor ke perusahaan Bright Gold.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Hartadinata Abadi Tbk (kode saham HRTA) menargetkan penjualan perhiasan emas berkadar 91,6 persen ke India bisa bertambah dua ton dalam dua bulan ke depan yang dikontribusikan dari ekspor ke perusahaan Bright Gold.

HRTA baru saja menjalin kerja sama dengan perusahaan India yaitu Bright Metal Refiners (Bright Gold) untuk ekspor perhiasan emas. Ini merupakan kelanjutan ekspor yang sebelumnya telah dilakukan dengan Kundan Group.

Baca Juga

Direktur Utama HRTA Sandra Sunanto mengestimasikan nilai komersial atas transaksi ekspor perhiasan emas berkontribusi sebesar 123,66 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 1,82 triliun terhadap pendapatan konsolidasian perseroan.

HRTA berkomitmen untuk terus mendukung program hilirisasi pemerintah dalam rangka meningkatkan nilai tambah perhiasan emas melalui ekspor. "Ekspor ini pada akhirnya ikut berkontribusi positif bagi penopang devisa Indonesia terutama dari industri emas," ujar Sandra.

Sandra menjelaskan, peningkatan kontribusi ekspor dari Bright Gold lebih tinggi dibandingkan dengan partner dari India sebelumnya, yang ditargetkan dapat berkontribusi sebanyak 400 kg hingga 500 kg perhiasan emas per bulan.

HRTA optimistis aktivitas ekspor dapat semakin mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan pada 2023. "Kami terbuka untuk peluang kerja sama dengan partner- partner ekspor dari mancanegara ke depannya," Sandra.

Sebagai informasi, konsumsi emas per kapita di India mencapai 0,55 gram dengan total permintaan emas secara nasional mencapai 774 ton pada 2022. Namun, produksi emas di India tidak bisa memenuhi permintaan dalam negeri.

Dengan demikian, ada potensi dari timpangnya pasokan dan permintaan yang bisa dipenuhi oleh pemain industri emas dari Indonesia. HRTA menangkap kesempatan tersebut.

Selain itu, Sandra melanjutkan, HRTA melihat pendorong pertumbuhan bisnis juga berasal dari implikasi positif dari dalam negeri. Yaitu dukungan insentif pemerintah atas pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) bagi pembeli akhir emas batangan dan penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk perhiasan emas.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement