Selasa 18 Apr 2023 12:49 WIB

Kadin Sambut Inisiatif Limited FTA Kendaraan Listrik ke AS

AS akan banyak rugi jika tidak terjadi kesepakatan Limited FTA dengan Indonesia.

Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut inisiatif pengajuan proposal perjanjian perdagangan bebas terbatas atau limited Free Trade Agreement (FTA) kepada AS terkait perdagangan mineral kritis.
Foto: Istimewa
Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut inisiatif pengajuan proposal perjanjian perdagangan bebas terbatas atau limited Free Trade Agreement (FTA) kepada AS terkait perdagangan mineral kritis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menyambut inisiatif pengajuan proposal perjanjian perdagangan bebas terbatas atau limited Free Trade Agreement (FTA) kepada AS terkait perdagangan mineral kritis.

Menurut Arsjad, inisiatif tersebut akan memberi sinyal positif bagi ekosistem industri manufaktur kendaraan listrik (EV) serta sektor energi baru dan terbarukan. Menurut Arsjad, proposal limited FTA Indonesia kepada AS jadi langkah yang tepat agar mineral kritis dan industri manufaktur kendaraan listrik Indonesia tetap dapat bersaing di pasar global, khususnya di AS.

Baca Juga

"Mineral kritis seperti nikel, aluminium, kobalt, hingga tembaga penting dalam pembangunan ekosistem energi baru dan terbarukan di Indonesia dan dunia," kata Arsjad dalam keterangan di Jakarta, Selasa (18/4/2023).

Arsjad menilai pengajuan limited FTA merupakan langkah krusial. Hal ini menjaga keberlanjutan investasi serta membuka peluang pasar rantai nilai pasok produk bijih nikel hingga turunannya di AS bagi Indonesia.

Menurutnya, pemerintah telah berusaha untuk bernegosiasi terkait kesepakatan Limited FTA dengan AS dan Kadin siap mengambil tindakan proaktif guna mensukseskan implementasi kesepakatan tersebut.

"Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan sektor bisnis, Indonesia akan meraih manfaat besar dari Limited FTA ini," ungkapnya.

Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) itu menilai daya tawar Indonesia sangat tinggi dalam pengajuan limited FTA ini. Sebab, Indonesia memiliki potensi cadangan mineral kritis terbesar di dunia untuk komponen bahan baku baterai hingga kendaraan listrik di dunia. Sebut saja nikel yang mencapai sepertiga dari cadangan dunia dan bauksit mencapai 4 persen cadangan global atau 1,2 miliar ton.

Dengan daya tawar yang tinggi, Arsjad mengatakan tidak adil jika AS masih mengucilkan Indonesia dalam kebijakannya. "Akan banyak kerugian bagi AS jika tidak terjadi kesepakatan terkait Limited FTA dengan Indonesia," ujarnya.

Arsjad juga berharap agar inisiatif pengajuan proposal limited FTA Indonesia kepada AS mendapat respons positif dan dapat segera disepakati. Kesepakatan itu untuk mendorong kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan AS, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri mineral kritis global.

Bos Indika Energy itu menilai kebijakan dari Amerika Serikat yang terkesan mengucilkan Indonesia dalam hal produk mineral kritis seperti nikel dan turunannya melalui UU Inflation Reduction Rate (IRA), semata-mata terjadi karena belum adanya FTA dengan pihak Amerika Serikat. Selain itu, pihak AS memiliki kekhawatiran mengenai adanya dominasi China pada industri mineral kritis seperti nikel dan turunannya di Indonesia.

"Kami adalah penyedia mineral kritis seperti nikel dan turunannya yang terbesar di dunia. Kami selalu berupaya memastikan memiliki portofolio perdagangan mineral ini dengan negara China maupun non-China guna mencapai kesepakatan perdagangan yang adil dan saling menguntungkan," ujar Arsjad.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement