Sabtu 08 Apr 2023 16:58 WIB

Penjualan Mobil Listrik Bekas Melonjak di AS

Tesla telah memotong harga jual di AS antara dua persen sampai dengan enam persen.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Mobil listrik. Penjualan kendaraan listrik bekas di Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan sebesar 32 persen  dalam tiga bulan pertama 2023.
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Mobil listrik. Penjualan kendaraan listrik bekas di Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan sebesar 32 persen dalam tiga bulan pertama 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjualan kendaraan listrik bekas di Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan sebesar 32 persen  dalam tiga bulan pertama 2023. Penyedia data, Cox Automotive, menyebut penurunan harga jual menjadi salah satu faktor yang membuat meningkatnya penjualan.

Rata-rata harga kendaraan listrik saat ini sekitar 43.400 dolar AS atau turun empat persen dari kuartal yang sama tahun lalu. Harga tersebut jauh di bawah rata-rata harga kendaraan listrik baru yang sekitar 59 ribu dolar AS. 

Baca Juga

Peningkatan penjualan kendaraan listrik bekas juga pengaruh dari pengurangan harga jual Tesla untuk kendaraan baru.

"Saat pemimpin pasar menekan harga kendaraan listrik baru, harga kendaraan bekas mengikuti," tulis Cox seperti dilansir dari Reuters pada Sabtu (8/4/2023).

Tesla memotong harga jual di AS antara dua persen sampai dengan enam persen. Hal ini merupakan kali kelima bagi Tesla memangkas harga jual sejak awal tahun.

Sementara itu, General Motors telah menjual lebih dari 20 ribu kendaraan listrik dalam tiga bulan pertama tahun ini di AS. Kendaraan listrik menyumbang sekitar 3,4 persen dari total penjualan GM pada kuartal pertama. 

Cox Automotive memperkirakan tahun ini penjualan EV baru di AS pada 2023 akan melampaui 1 juta unit untuk pertama kali atau naik dari sekitar 807 ribu dari tahun lalu atau 5,8 persen dari seluruh penjualan di AS. Cox mengatakan nilai grosir kendaraan listrik bekas meningkat 3,7 persen dari tahun ke tahun, dibandingkan dengan penurunan keseluruhan sebesar 2,4 persen.

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement