Jumat 31 Mar 2023 20:35 WIB

Pembangunan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 90 Persen

Kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan beroperasi Agustus mendatang.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nora Azizah
Pekerja melakukan pemasangan rel Kereta Api Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Stasiun Halim, Jakarta.
Foto: Republika/Prayogi.
Pekerja melakukan pemasangan rel Kereta Api Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Stasiun Halim, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus mengebut pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Pembangunan seluruh stasiun KCJB saat ini sudah memasuki tahap akhir.

"Saat ini pembangunan stasiun sebagian besar sudah di atas 90 persen akan terus dikebut menjelang operasional KCJB," kata Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi pada seremonial penyelesaian peletakan rel terakhir KCJB di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jumat (31/3/2023).

Baca Juga

Sementara itu, Dwiyana menegaskan, progres konstruksi KCJB secara keseluruhan saat ini telah mencapai 86 persen. Hal tersebut menurutnya sesuai hasil verifikasi para konsultan.

Sebelumnya, telah dilakukan Peresmian tersambungnya seluruh jalur KCJB oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Stasiun KCJB Halim. Terdapat total sebanyak 304 kilometrr rel yang telah terpasang meliputi jalur ganda seluruh trase KCJB sejauh 142,3 kilometer, rel di empat stasiun KCJB, dan Depo Tegalluar.

Setelah ini, kata Dwiyana, akan dilakukan fine adjustment sambil paralel listrik aliran atas juga akan terpasang seluruhnya. "Nantinya ditargetkan pada 1 Mei akan dilakukan comissioning test dan paralel diajukan sertifikasi laik operasinya oleh Kementerian Perhubungan," ungkap Dwiyana.

Dia memastikan KCIC terus mempersiapkan KCJB dan memastikan agar nantinya seluruh penumpang merasa aman dan nyaman. Rencananya, uji coba keseluruhan akan dilakukan pada 1 Mei sebelum dioperasikan pada 18 Agustus 2023.

Pemerintah juga saat ini masih terus menghitung tarif tiket untuk operasional kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB). "Belum, ini (tarif tiket) masih dibicarakan. Masih ada waktu, kami masih hitung karena terus terang ini jangka panjang," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam kesempatan yang sama.

Luhut menilai, transportasi publik tidak pernah ada untung. Dia melihat, biaya dari operasional transportasi umum merupakan layanan publik yang diberikan oleh pemerintah.

"Jadi pasti akan dibuat semurah mungkin, tapi tetap tidak melanggar dari keamanan," tutur Luhut.

Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Risal Wasal juga memastikan harga tiket KCJB masih dalam pembahasan. Risal menuturkan, rencananya tiket KCJB akan disesuaikan dengan kelasnya.

"Dulu kan (yang diajukan) ada kelas ekonkmi, eksekutif, dan bisnis eksekutif. Ada tiga kelas di situ, beda-beda," tutur Risal dalam kesempatan yang sama.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement