Senin 27 Mar 2023 16:20 WIB

Harga Beras di Bantul Mulai Naik

Harga beras di Bantul naik, namun bahan kebutuhan pokok lainnya stabil.

Pedagang menunjukkan beras yang dijual di kiosnya.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pedagang menunjukkan beras yang dijual di kiosnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan, secara umum harga bahan kebutuhan pokok stabil. Hanya saja harga beras naik

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul Agus Sulistiyana di Bantul, Senin (27/3/2023) mengatakan, secara umum harga bahan kebutuhan pokok dari hasil pantauan di sejumlah pasar rakyat daerah ini, pada Maret 2023 hingga minggu keempat dalam kondisi stabil.

Baca Juga

"Namun demikian, ada beberapa komoditas yang perlu diwaspadai, karena harga masih cukup tinggi di atas harga eceran tertinggi (HET). Komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan harga salah satunya termasuk beras," katanya.

Menurut dia, harga beras telah mengalami kenaikan sedikit demi sedikit sejak September 2022 sampai melebihi HET. Saat ini, harga rata-rata di pasar rakyat mencapai Rp12.300 per kilogram untuk premium, dan Rp11.400 per kilogram untuk beras medium.

Kemudian minyak goreng yang telah mengalami kenaikan sejak Desember 2022, saat ini harga minyak goreng kemasan premium rata-rata Rp18.000 per liter, harga minyak curah rata rata Rp15.000 per liter, sedangkan harga Minyakita rata rata Rp14.400 per liter.

"Sesuai peraturan Kemendag tentang Tata Kelola Program minyak goreng rakyat, disebutkan untuk HET minyak goreng curah Rp14.000 per liter, untuk HET minyakita Rp14.000 per liter, sedangkan untuk minyak goreng kemasan premium harga diserahkan pada mekanisme pasar," katanya.

Agus mengatakan, kemudian bawang putih, salah satu komoditas yang sebagian besar merupakan impor tersebut harganya terus mengalami kenaikan, dan saat ini harga di pasar rakyat sekitar Rp28.800 per kilogram untuk sinco, dan Rp33.700 per kilogram untuk kating.

"Akan tetapi dari sisi ketersediaan itucukup, seperti kaitannya dengan beras itu petani kita baru saja panen, sehingga ketersediaan pangan cukup," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, upaya yang dilaksanakan instansinya dalam rangka stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadhan diantaranya dengan terus melakukan pemantauan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di lima pasar rakyat Kabupaten Bantul.

"Juga melakukan operasi pasar melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan beras bekerja sama dengan Bulog Kanwil Yogyakarta, dengan harga beras premium Rp9.400 per kilogram di wilayah rawan pangan," katanya.

Sedangkan untuk program stabilisasi harga minyak goreng rakyat, kata dia, dilaksanakan operasi pasar bekerja sama dengan distributor dengan sasaran pedagang pasar di Kabupaten Bantul.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement