Senin 20 Mar 2023 22:57 WIB

Bapanas Sebut Penggilingan Padi Siap Pasok 60 Ribu Ton Beras

Bapanas mentargetkan ada 2,4 juta ton beras yang masuk ke Bulog.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Lida Puspaningtyas
Karyawan menata beras Bulog untuk Retail usai peninjauan penyediaan beras Bulog di Hypermart Puri Indah, Jakarta, Rabu (8/2/2023). Peninjauan tersebut dalam rangka monitoring ketersediaan dan harga pangan menjelang hari besar keagamaan dan Nasional Idul Fitri tahun 2023. Beras bulog yang dijual di toko retail tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam rangka stabilisasi harga beras di tingkat konsumen.
Foto: Republika/Prayogi.
Karyawan menata beras Bulog untuk Retail usai peninjauan penyediaan beras Bulog di Hypermart Puri Indah, Jakarta, Rabu (8/2/2023). Peninjauan tersebut dalam rangka monitoring ketersediaan dan harga pangan menjelang hari besar keagamaan dan Nasional Idul Fitri tahun 2023. Beras bulog yang dijual di toko retail tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam rangka stabilisasi harga beras di tingkat konsumen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan dalam waktu dekat akan ada tambahan pasokan beras sebanyak 60 ribu ton dari 25 penggilingan padi di seluruh Indonesia. Pasokan tambahan ini diharapkan bisa menambah stok beras yang saat ini ada di Perum Bulog.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjelaskan pada tahun ini Bapanas mentargetkan ada 2,4 juta ton beras yang masuk ke Bulog. Namun, karena adanya kendala panen dan cuaca buruk maka pasokan ini tersendat.

Baca Juga

"Mudah mudahan dalam tiga bulan ini panennya baik sehingga paling tidak bisa terpenuhi 70 persen dari kebutuhan itu. Kita juga monitor terus bersama," ujar Arief di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (20/3/2023).

Arief menjelaskan ada kendala panen pada beberapa waktu silam seperti adanya koreksi lahan yang terendam dan beberapa wilayah lumbung padi yang dilanda banjir. Hal ini kemudian mengoreksi perkiraan panen padi pada tahun ini.

"Paling tidak ini sudah ada komitmen dari para penggiling padi akan ada 60 ribu ton masuk sebelum lebaran ini," tambah Arief.

Saat ini pemerintah berupaya untuk menambal stok beras. Sebab, Perum Bulog hanya memiliki stok beras 282 ribu ton dari semestinya 1,2 juta ton. Menjelang ramadhan dan idul fitri justru kelangkaan stok beras dan melambungnya harga beras menjadi persoalan saat ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement