Rabu 01 Mar 2023 19:42 WIB

Kepala BPIP Bangkitkan Kecintaan Tanah Air di Lombok

Yudian mengajak para mahasiswa untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan

Kepala Badan Pembinaan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi, membangkitkan semangat kecintaan dan syukur akan Tanah Air kepada ratusan peserta “Bedah Buku: Islam dan Pancasila Perspektif Maqashid Syariah Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D” di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Selasa (28/2/2023).
Foto: BPIP
Kepala Badan Pembinaan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi, membangkitkan semangat kecintaan dan syukur akan Tanah Air kepada ratusan peserta “Bedah Buku: Islam dan Pancasila Perspektif Maqashid Syariah Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D” di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Selasa (28/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kepala Badan Pembinaan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi, membangkitkan semangat kecintaan dan syukur akan Tanah Air kepada ratusan peserta “Bedah Buku: Islam dan Pancasila Perspektif Maqashid Syariah Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D” di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Selasa (28/2/2023). Yudian mengajak para mahasiswa untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan menjaga dan mempertahankan persatuan dan kesatuan NKRI.

"Negara inilah, Negara Pancasila, inilah negara yang terbaik di muka bumi. Dalam rangka bersyukur kepada Allah negara manakah yg paling dicintai Allah?" tanya Kepala BPIP dan gayung bersambut dengan "Indonesia" seru para peserta, dikutip dari siaran pers, Rabu (1/3/2023).

Baca Juga

Lebih lanjut, Prof Yudian menyampaikan hubungan antara Islam dan Pancasila dari perspektif maqashid syari’ah yang secara konseptual terdiri dari 5 (lima) asas, yakni: (1) hifdzhun-nafs (menjaga jiwa), (2) hifdzhul-’aqli (menjaga akal), (3) hifdzhud-din (menjaga agama), (4) hifdzhun-nasl, nasb, dan ‘ird (menjaga keturunan dan kehormatan), (5) hifdzhul-mal (menjaga harta). Kelima asas ini merupakan hasil perasan dan saripati keseluruhan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

"Kelima nilai ini jika diresapi, tidak ada yang bertentangan dengan ajaran Islam. Jelas, sila-sila Pancasila merupakan cerminan dari nilai-nilai Islam, mari perhatikan satu-persatu," terangnya.

photo
Kepala Badan Pembinaan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi, membangkitkan semangat kecintaan dan syukur akan Tanah Air kepada ratusan peserta “Bedah Buku: Islam dan Pancasila Perspektif Maqashid Syariah Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D” di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Selasa (28/2/2023). - (BPIP)

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag menyambut hangat kedatangan Kepala BPIP dan mengucapkan terima kasih atas kehadirannya di UIN Mataram. "Atas nama UIN, atas nama Pimpinan dan seluruh Civitas Akademika, saya ucapkan terima kasih kepada Kepala BPIP telah mengunjungi kami untuk membagi ilmu-ilmu di UIN Mataram," ucapnya.

Prof Masnun juga mengajak para mahasiswa untuk membaca berbagai tulisan dan pemikiran-pemikiran Prof Yudian. "Pemikiran beliau sudah banyak dituangkan dalam tulisan, seperti disertasi, silahkan lihat di google berbagai jurnalnya," ujarnya.

Senada dengan itu, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, dan Komunikasi, Prakoso, menyampaikan sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila di UIN Mataram dinilai penting karena berada di lingkungan akademisi yang kuat. "Perlu kami sampaikan laporan sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila kali ini, kita BPIP dengan UIN Mataram, Kenapa UIN Mataram? karena circle-nya akademisi-akademisi, sehingga dalam pembinaan ideologi kita kuatkan kepada akademisi," ujarnya.

Ir Prakoso juga mendorong para dosen dan mahasiswa untuk melakukan tri dharma perguruan tinggi sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila dalam tindakan.

"Nanti kan para mahasiswa dalam pembelajarannya dari dan bersama para dosen ada berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan serta adanya pengabdian kepada masyarakat, inilah yang harus dikuatkan. Saya percaya disinilah peran UIN Mataram, disitu juga ada pembinaan ideologi Pancasila," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement