Senin 13 Feb 2023 04:30 WIB

Sekelas Jagoan Malaysia, Gubernur Jatim Promosikan Durian Varietas Baru

Khofifah mengenalkan durian varietas baru di ajang Festival Durian Sumberasri.

Pedagang menawarkan buah durian kepada calon pembeli (ilustrasi). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengenalkan durian varietas baru sekelas durian andalan Malaysia, Black Thorn saat mengunjungi acara Festival Durian Sumberasri 2023.
Foto: ANTARA/SISWOWIDODO
Pedagang menawarkan buah durian kepada calon pembeli (ilustrasi). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengenalkan durian varietas baru sekelas durian andalan Malaysia, Black Thorn saat mengunjungi acara Festival Durian Sumberasri 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, BLITAR -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengenalkan durian varietas baru sekelas durian andalan Malaysia, Black Thorn, saat mengunjungi acara Festival Durian Sumberasri 2023, di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Ia mengenalkan durian verietas baru yang diberinya nama Durian Sumberasri. 

Bahkan, dirinya mengakui, kualitas, rasa, dan penampilan durian jenis baru itu setara dengan durian kualitas tinggi, yaitu Durian Black Thorn dari Malaysia. "Saya ini durian lover, makanya saya relatif bisa mengenali durian dan kualitasnya. Rupanya di Blitar ini ada salah satu varietas durian yang belum punya nama. Padahal rasa, rupa, dan kualitasnya hampir seperti Durian Black Thorn punya Malaysia," katanya, Ahad (12/2/2023).

Baca Juga

Pemberian nama sesuai dengan permintaan dari pihak desa yang berharap durian varietas baru diberikan nama. "Saya akan memberikan nama yang lekat dengan desa ini, yaitu Durian Sumberasri. Sesuai nama desanya, harapannya durian ini bisa menjadi sumber rezeki, sumber kesejahteraan, sumber keasrian," katanya.

Gubernur juga percaya bahwa Durian Sumberasri akan menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Kabupaten Blitar dan Jawa Timur. Apalagi, dengan mengangkat nama Sumberasri sebagai desa wisata.

Selain itu, Gubernur juga menekankan bahwa potensi desa wisata dapat datang dari banyak hal. Salah satunya buah-buahan yang tumbuh subur di suatu daerah. Di Desa Sumberasri, Kabupaten Blitar, contohnya, durian dapat tumbuh subur karena tanah vulkanisnya.

"Duriannya Sumberasri ini menjadi ikon wisata yang khas. Dari sana, Sumberasri menjadi Desa Wisata. Blitar memiliki tanah yang cocok untuk tanaman durian. Orang-orang yang ke Sumberasri belum bisa dibilang sudah ke sana kalau belum menikmati duriannya," katanya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap festival ini. Kegiatan ini ini bisa menggugah petani untuk terus membudidayakan durian lokal, yang bisa menjadi andalan hingga tembus pasar internasional.

"Festival ini dapat membuat kita makin sadar atas potensi ekonomi berbasis hortikultura. Berbagai komoditas kita yang bernilai ekspor dan potensi hortikultura dapat kita tingkatkan produksinya sehingga nilai ekonominya meningkat," kata Khofifah.

Festival tersebut digelar selama tiga hari, yaitu 10-12 Februari 2023. Selain menyajikan banyak hasil bumi dari Desa Sumberasri, yakni durian, ada juga banyak buah-buahan lainnya yang juga dijual, seperti alpukat, manggis, serta kopi yang juga komoditas utama dari Kecamatan Nglegok.

Dalam acara ini juga dibagikan sekitar 500 buah durian gratis untuk masyarakat. Durian itu sebelumnya dibentuk menyerupai gunungan kemudian setelah acara selesai, dibagikan untuk warga.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement