Ahad 12 Feb 2023 01:22 WIB

Viral Petani Milenial Terlilit Utang Miliaran, Kok Bisa?

Kang Emil instruksikan jajarannya selesaikan polemik petani milenial.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sambutan usai penyerahan Fasilitas Pengembangan Petani Milenial dan Industri Kecil Menengah di Jawa Barat, di Aula Barat, Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (28/12/2022).
Foto: Edi Yusuf/Republika
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sambutan usai penyerahan Fasilitas Pengembangan Petani Milenial dan Industri Kecil Menengah di Jawa Barat, di Aula Barat, Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (28/12/2022).

Oleh : Gita Amanda, Jurnalis Republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, Pada awal 2021, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memiliki gagasan meregenerasi para petani di Jawa Barat melalui program Petani Milenial. Program ini digulirkan dengan harapan akan hadirnya wajah-wajah baru pertanian modern di Jawa Barat yang mandiri, produktif dan berkelanjutan.

Setidaknya itulah yang awalnya diharapkan Ridwan Kamil seperti dikutip dari laman resmi Petani Milenial. Ribuan anak muda di Jabar pun tertarik dan ikut mendaftar. Tercatat hingga saat ini ada 7.396 petani milenial aktif yang mengikuti program ini.

Kang Emil pun mengklaim sejak diluncurkan Maret 2021 hingga saat ini, dua pertiga dari total peserta Petani Milenial berhasil. Meski ia juga tak menampik sepertiga dari para petani milenial itu menemui kegagalan.

Viral Petani Milenial terlilit utang

Salah satunya yang ramai dibicarakan beberapa waktu terakhir. Program andalan Gubernur Jabar ini jadi omongan setelah viralnya pengakuan Rizky Anggara (21 tahun), salah satu Petani Milenial Jabar yang bersama rekan-rekannya terlilit utang hingga miliaran rupiah.

Rizky mengisahkan ia bersama 19 temannya dari program Petani Milenial Jabar batch pertama, terlilit utang akibat offtaker tak membayarkan hasil panen mereka. Rizky mengaku sejak awal kerap tak terjalin komunikasi yang baik dalam program tersebut.

Pertama Rizky dan kelompoknya yang semestinya menerima ratusan bibit, dari pihak offtaker penyedia bibit, hanya mendapat setengah dari total yang dijanjikan. Ini membuat Rizky dan rekan-rekannya yang mengelola tanaman hias ini terpaksa harus melewatkan satu siklus panen.

Lalu, saat mengajukan pinjaman KUR kepada pihak BJB, Rizky dan teman-teman harus mengajukan pinjaman dengan rekening pribadi namun harus dikelola oleh pihak penjamin. Rizky dan teman-teman hanya mendapat bantuan berupa barang-barang keperluan pertanian, bukan dalam bentuk uang.

Setelah empat kali melakukan panen, Rizky awalnya mengira utang pada bank sudah berhasil dilunasi, bahkan semestinya ia juga mendapat keuntungan. Namun ia dan teman-teman justru kaget saat mendapat surat peringatan 2 dari bank bahwa utang mereka harus segera dilunasi.

Kang Emil minta maaf

Setelah viralnya pernyataan Rizky terkait Petani Milenial, Gubernur Jabar langsung merespons. Melalui laman media sosial miliknya Kang Emil, langsung minta maaf.

"Hatur nuhun, Kang, atas informasinya. Saya meminta maaf atas kekurangan program, dan meminta maaf atas kepada pihak yang mengalami ketidaknyamanan sebagai akibat dari permasalahan program ini," begitu isi cuitan Kang Emil.

Kang Emil pun memastikan sudah menginstruksikan jajarannya supaya segera menyelesaikan polemik program Petani Milenial ini. Ia juga minta segera dilakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan hampir dua tahun itu.

Pemprov Jawa Barat pada, Senin (6/2/2023) pun berjanji akan melunasi utang para Petani Milenial angkatan pertama itu. Menurut Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerat Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, mengatakan nantinya, PT Agro Jabar selaku penjamin program Petani Milenial akan membayar pelunasan utang itu langsung ke BJB.

Yuke Mauliani menjelaskan, para peserta Petani Milenial budidaya tanaman hias ini dibentuk untuk mengisi peluang ekspor. Mereka, telah menyelesaikan masa kontrak program selama setahun.

Tetapi produk yang akan mereka jual adalah produk yang akan diekspor. Di perjalanan ternyata pecah konflik Rusia-Ukraina yang mengganggu permintaan ekspor. Padahal mayoritas permintaan ekspor tanaman hias tersebut berasal dari Eropa. Ini yang membuat adanya hambatan pembayaran.

Akhirnya lega

Kini Rizky Anggara dan kawan-kawannya para Petani Milenial Jabar, mengaku lega. Ia mengapresiasi perhatian dan respons cepat Gubernur Jabar terkait kesulitan yang dihadapi dirinya dan kawan-kawan di Lembang.

Rizky juga berterima kasih dan berharap masalah ini segera diselesaikan. Sementara pihak Agro Jabar mengatakan penyelesaian tunggakan para petani milenial sudah dilakukan bertahap melalui BJB, meski belum selesai secara keseluruhan.

Semoga saja kejadian ini tak membuat kapok para muda mudi di Tanah Air untuk terjun menggeluti sektor pertanian. Sebab pada dasarnya tujuan program ini sangat mulia, melahirkan dan menciptakan regenerasi petani-petani yang modern dan lebih melek teknologi.

Semoga juga dengan viralnya kasus ini, pihak penyelenggara program Petani Milenial lebih bisa introspeksi diri. Setiap step by step program maupun pendanaan bisa dilakukan secara jujur dan transparan. Dengan begitu tujuan mulia melahirkan SDM pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan tentu bisa tercapai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement