Selasa 07 Feb 2023 21:41 WIB

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berinvestasi

Tujuan perencanaan keuangan adalah yang perlu diperhatikan pertama dalam berinvestasi

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda
 Founder Komunitas Saham Syariah Asep M Saepul Islam mengatakan, dalam berinvestasi setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan. (ilustrasi).
Foto: Republika/Prayogi
Founder Komunitas Saham Syariah Asep M Saepul Islam mengatakan, dalam berinvestasi setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Founder Komunitas Saham Syariah Asep M Saepul Islam mengatakan, dalam berinvestasi setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan. Tiga hal tersebut adalah, tujuan, waktu dan produk investasi.

"Tujuan perencanaan keuangan adalah hal yang perlu diperhatikan pertama kali dalam berinvestasi," kata Asep yang akrab dipanggil Mang Amsi dalam keterangan dikutip, Selasa (7/2/2023).

Baca Juga

Ia pun mencontohkan, ketika seorang mahasiswa memiliki tujuan keuangan berupa biaya pernikahan. Setelah menentukan tujuan, hal kedua yang harus dicatat adalah jangka waktu untuk target tercapainya tujuan tersebut. "Misalnya mahasiswa ingin menikah lima tahun lagi," ucapnya.

Terakhir, setelah menentukan tujuan dan jangka waktu, investor memilih instrumen apa yang cocok dan relevan. Saat ini, instrumen investasi syariah saat ini sangat variatif.

Secara umum profil risiko yang terbagi menjadi tiga. Pertama, konservatif. Tipe ini paling menghindari risiko di antara yang lain.

Investor konservatif sangat fokus pada keamanan asset. Investor tipe ini mengharapkan modal investasinya tidak turun dengan imbal hasilnya rendah, misalnya: emas, deposito syariah, dan reksadana pasar uang syariah.

Kedua, moderat. Tipe ini merelakan laju pertumbuhan investasinya menurun dalam satu waktu, namun tetap berharap akan bertambah lagi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

"Intrumen investasi yang sesuai dengan tipikal ini adalah sukuk, reksadana pendapatan tetap syariah dan reksadana campuran syariah," kata Sekertaris Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Cianjur tersebut.

Ketiga, agresif. Tipe ini paling berani dalam merelakan penurunan aset investasinya, karena memiliki harapan serta optimisme akan mendapatkan pertumbuhan yang lebih tinggi.

Instrumen yang sesuai dengan tipikal tersebut adalah reksadana saham syariah dan saham syariah. Ia berharap, dengan memahami profil risiko, masyarakat akan lebih mudah memilih kanal rezeki dari instrumen investasi yang relevan terutama instrumen syariah.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement