Rabu 01 Feb 2023 19:52 WIB

Optimalkan Pengelolaan Gas Bumi, Ini Strategi PGN

Salah satu strategi PGN adalah optimalisasi biaya operasional.

PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero) membeberkan enam strategi yang dicanangkan pada 2023 untuk mengoptimalkan pengelolaan gas bumi.
Foto: Pertamina
PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero) membeberkan enam strategi yang dicanangkan pada 2023 untuk mengoptimalkan pengelolaan gas bumi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero) membeberkan enam strategi yang dicanangkan pada 2023 untuk mengoptimalkan pengelolaan gas bumi.

"Ini adalah inisiasi strategis korporat di subholding gas, ada enam strategi yang kami canangkan," kata Direktur Utama PT PGN Tbk M Haryo Yuniantopadarapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (1/2/2023), yang dipantau dari YouTube Komisi VII DPR RI.

Baca Juga

Strategi pertama adalah optimasi. Kata Haryo, tahun ini setidaknya PGN mempertahankan keandalan pelayanan kepada konsumen. "Namun begitu, PGN tetap melakukan akuisisi pelanggan di kawasan-kawasan industri, di kilang, dan di beberapa industri yang lain," ucap Haryo.

Strategi kedua ialah perluasan layanan jaringan gas ke segmen rumah tangga untuk mendukung kebijakan pengurangan subsidi. Ini PGN lakukan sejalan dengan penugasan pembangunan jaringan gas rumah tangga.

 

Kemudian, pengembangan infrastruktur gas dalam rangka diversifikasi bisnis untuk menopang kinerja perusahaan. Di sini, PGN berupaya m selalu mengembangkan bisnis anak-anak perusahaan dalam rangka diversifikasi bisnis maupun pengembangan infrastruktur yang sudah perusahaan lakukan.

"Salah satunya adalah gasifikasi pembangkit bersama PLN di Indonesia timur, gasifikasi sektor transportasi, penyediaan fasilitas LNG serta penyiapan bisnis hilir yang ke industri," kata Haryo.

Strategi keempat, yakni optimalisasi biaya untuk efisiensi beban operasional perusahaan guna memaksimalkan laba bersih perusahaan. Hal itu selalu PGN lakukan setiap tahun.

"Alhamdulillah pada 2022 kami bisa melakukan optimasi ongkos produksi sebesar kurang lebih 50 juta dolar AS. Ini kami lakukan sebab kami harus cermat dan harus selalu memonitor seluruh kegiatan operasional supaya lebih efisien," ujar dia.

Berikutnya, prioritas biaya dengan melakukan manajemen liabilitas atas utang atau pinjaman eksisting PGN Group. "Ini kami lakukan di dalam rangka mengelola dan memitigasi liabilitas atas utang dan pinjaman yang ada di PGN Group," ungkap Haryo.

Strategi terakhir, yaitu program lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ ESG). Ini sesuai arahan Kementerian ESDM.

"Di sini kami memulai koordinasi dengan Pertamina Group untuk bersama-sama meningkatkan peringkat ESG," ujar Haryo.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement