Rabu 18 Jan 2023 04:05 WIB

LPPOM MUI Paling Banyak Layani Sertifikasi Halal dari China

LPPOM MUI banyak melayani klien dari luar negeri.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pengunjung melintas di dekat logo halal saat Festival Halal Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/12/2022). Direktur Utama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muti Arintawati mengatakan, pihaknya melayani banyak klien dari luar negeri dalam rangka proses sertifikasi halal. Menurut dia, klien paling banyak yang dilayani LPPOM MUI berasal dari China.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pengunjung melintas di dekat logo halal saat Festival Halal Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/12/2022). Direktur Utama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muti Arintawati mengatakan, pihaknya melayani banyak klien dari luar negeri dalam rangka proses sertifikasi halal. Menurut dia, klien paling banyak yang dilayani LPPOM MUI berasal dari China.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muti Arintawati mengatakan, pihaknya melayani banyak klien dari luar negeri dalam rangka proses sertifikasi halal. Menurut dia, klien paling banyak yang dilayani LPPOM MUI berasal dari China.

Muti menjelaskan, LPPOM MUI berdiri pada 6 Januari 1989. Namun, lembaga ini baru mengeluarkan setifikat halal pertamanya pada 1994. Sejak saat itu sampai sekarang, menurut dia, LPPOM MUI sudah melayani klien dari 65 negara.

Baca Juga

Menurut dia, tim LPPOM MUI sudah pernah ke beberapa negara di Afrika seperti ke Ghana, Nigeria, ke Mesir. Selain itu, kata dia, LPPOM MUI juga sudah pernah berkunjung ke beberapa negara di benua Amerika dan Eropa.

“Sudah banyak sekali. Jadi, lebih dari 65 negara sudah pernah kami kunjungi dalam rangka proses sertifikasi halal dan paling besar adalah China,” ujar Muti dalam acara Media Gathering di Rumah Kenangan Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2023).

 

Menurut dia, banyak sekali produk-produk yang memang datang dari China. Bahkan, menurut dia, bahan-bahan baku itu juga banyak yang berasal dari China. “Sehingga kalau kita compare yang paling tinggi dari luar negeri adalah klien dari China,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muti menjelaskan, selama 2022, LPPOM MUI telah menerima pengajuan permohonan pemeriksaan halal dari 15.273 pelaku usaha. Angka tersebut meningkat 48 persen dari 2021.

"Ini naik 48 persen dari 2021 yang berjumlah 10.337 pelaku usaha. Sedangkan jumlah permohonan pada 2022 mencapai 15.273 dan jumlah produk 297.308,” kata Muti.

Baca juga : Soal Klaim Halal, LPPOM MUI Beri Sanksi Administratif kepada Mixue

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement