Rabu 11 Jan 2023 17:09 WIB

THR Pengaruhi Rencana Belanja Masyarakat Saat Ramadhan

53 persen masyarakat menggunakan THR untuk belanja saat Ramadhan.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah (kedua kiri) meninjau Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (11/5/2021). The Trade Desk mengungkapkan sebanyak 88 persen masyarakat berencana untuk berbelanja pada Ramadhan 2023.
Foto: Antara/Fauzan
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah (kedua kiri) meninjau Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (11/5/2021). The Trade Desk mengungkapkan sebanyak 88 persen masyarakat berencana untuk berbelanja pada Ramadhan 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- The Trade Desk mengungkapkan, 88 persen masyarakat berencana berbelanja pada Ramadhan 2023. Hanya saja hal tersebut juga bergantung penerimaan tunjangan hari raya (THR). 

"Riset untuk belanja daring masyarakat Indonesia sangat berkaitan dengan kapan mereka menerima THR," kata General Manager Indonesia The Trade Desk, Purnomo Kristanto dalam acara Ramadhan Success with The Trade Desk di Hotel Langham, Jakarta, Rabu (11/1/2023). 

Baca Juga

Berdasarkan data survei yang dilakukan kepada dua ribu masyarakat Indonesia, lebih dari setengah atau 53 persen masyarakat Indonesia berencana menggunakan THR-nya pada Ramadhan dibandingkan menabung. Belanja tersebut juga diprediksi terjadi sejak awal secara daring dan akan memuncak saat THR diterima. 

Purnomo menuturkan, konsumen akan memulai riset untuk belanja daring sebelum berbelanja. Riset yang dilakukan masyarakat akan dilakukan sebulan sebelum Ramaddan. 

"Menurut data agregat dari lima situs e-commerce terkemuka di Indonesia, aktivitas daring seperti ini diperkirakan memuncak pada tujuh sampai 10 hari sebelum Idul Fitri, saat masyarakat Indonesia umumnya telah menerima THR mereka," jelas Purnomo. 

Dengan adanya data tersebut, Purnomo menilai terdapat peluang berarti bagi para jenama menjangkau konsumen. Khususnya melalui pesan yang relevan pada waktu yang tepat. 

"Pemasar yang ingin terhubung dengan konsumen di mana pun mereka berada sepanjang perjalanan belanja mereka dapat memanfaatkan platform pembelian media berbasis data seperti The Trade Desk untuk menjangkau audiens di seluruh saluran yang berkembang pesat, seperti OTT, streaming musik, aplikasi seluler, dan web," ungkap Purnomo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement