Ahad 01 Jan 2023 17:07 WIB

Curah Hujan Tinggi, Naik Pesawat Aman?

PT Angkasa Pura I pastikan kelancaran dan keselamatan penerbangan di 15 bandara.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Lida Puspaningtyas
Penumpang menuju terminal keberangkatan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulonprogo, Yogyakarta, Jumat (30/12/2022). Sepanjang 2022, manajemen YIA telah melayani 2,91 juta penumpang hingga 27 Desember lalu. Atau naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu sebesar 1,4 juta penumpang. Momen libur Nataru 2022/2023 PT Angkasa Pura (AP) 1 sebagai pengelola YIA mencatat trafik penumpang tertinggi pada 23 Desember sebanyak 13.448 penumpang. Persentasenya naik 104 persen dibandingkan tahun lalu. Untuk puncak arus balik libur Nataru 2023 diprediksi pada 3 hingga 4 Januari 2023 dengan perkiraan penumpang sekitar 14 ribu orang.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Penumpang menuju terminal keberangkatan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulonprogo, Yogyakarta, Jumat (30/12/2022). Sepanjang 2022, manajemen YIA telah melayani 2,91 juta penumpang hingga 27 Desember lalu. Atau naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu sebesar 1,4 juta penumpang. Momen libur Nataru 2022/2023 PT Angkasa Pura (AP) 1 sebagai pengelola YIA mencatat trafik penumpang tertinggi pada 23 Desember sebanyak 13.448 penumpang. Persentasenya naik 104 persen dibandingkan tahun lalu. Untuk puncak arus balik libur Nataru 2023 diprediksi pada 3 hingga 4 Januari 2023 dengan perkiraan penumpang sekitar 14 ribu orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura I atau AP I menerapkan sejumlah langkah mitigasi dalam mengantisipasi cuaca dengan potensi curah hujan tinggi yang saat ini berlangsung. Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan hal ini untuk memastikan kelancaran dan keselamatan penerbangan di 15 bandara yang dikelola pada periode libur Nataru kali ini.

"Satu hal yang menjadi fokus kami adalah terkait kesiapan infrastruktur di area sisi udara, seperti runway, taxiway, dan apron, kami memastikan infrastruktur tersebut selalu dalam kondisi optimal dalam situasi cuaca apapun," ujar Faik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (1/1/2023).

Menurutnya, ini menjadi kunci agar operasional penerbangan dapat berjalan lancar di tengah tingginya frekuensi penerbangan pada periode Nataru, termasuk di tengah kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi. Di area sisi udara, telah dilakukan pembersihan saluran air di area sisi udara yang menjadi jalur pembuangan air di landasan pacu.

Selain itu juga memastikan area sisi udara bebas dari benda asing atau foreign object debris (FOD). Kemudian, pemeriksaan tinggi muka air tanah di area sisi udara, pemeriksaan permukaan landasan pacu melalui runway inspection yang secara rutin dilaksanakan dua kali dalam satu hari, serta memastikan pompa pengendali banjir berfungsi dengan baik.

"Sejumlah langkah ini ditujukan untuk memastikan aliran pembuangan air di area sisi udara menuju drainase, serta agar tidak terjadi genangan air atau water ponding di area sisi udara, terutama di permukaan runway, taxiway, dan apron," kata Faik.

AP I, lanjut Faik, juga memastikan kesiapan fasilitas dan peralatan penunjang operasional penerbangan yang berkaitan dengan kualitas jarak pandang pilot di landas pacu. Diantaranya dengan memastikan kesiapan lampu landasan atau Airfield Lighting System (AFL) dan marka landasan yang berfungsi sebagai pemandu bagi para pilot dalam situasi take-off dan landing pesawat.

Personel yang bertugas di area sisi udara juga secara rutin melakukan pemeriksaan kondisi air di permukaan runway pada saat kondisi hujan dengan curah hujan tinggi. Sehingga proses take-off dan landing pesawat pada situasi peak season seperti sekarang ini dapat berjalan dengan lancar dan selamat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement