Rabu 30 Nov 2022 05:52 WIB

Bank Muamalat Targetkan Aset Rp 100 Triliun

Target tersebut menjadi rencana jangka panjang.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya
ilustrasi:ekonomi syariah - Gedung Bank Muamalat
Foto: Republika/Prayogi
ilustrasi:ekonomi syariah - Gedung Bank Muamalat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. menargetkan aset Rp 100 triliun dan menjadi salah satu dari top 10 bank nasional. Direktur Pembiayaan Bank Muamalat, Hery Syafril menyampaikan target tersebut menjadi rencana jangka panjang.

"Berdasarkan arahan BPKH insyaAllah kita akan kembali masuk jajaran top 10 bank nasional dengan total size Rp 100 triliun, as soon as possible," katanya setelah RUPSLB Bank Muamalat di Muamalat Tower, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga

Menurutnya, opsi meningkatkan aset tersebut dapat dilakukan dengan kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik. Pendekatan anorganik belum diputuskan, namun BMI dapat melakukannya dengan mengambil alih atau membeli aset bank lain.

Susunan Direksi dan Komisaris yang baru diharapkan dapat lebih memaksimalkan potensi Bank Muamalat kedepan. Jajaran baru ini akan membuat guideline yang lebih jelas untuk mencapai target-target bisnis dengan dukungan penuh dari BPKH.

Ekosistem haji dan umrah akan menjadi fokus utama baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan. Untuk pembiayaan, BMI masih akan menggarap sektor ritel dan wholesale.

"Kita akan kombinasikan ritel dan wholesale, karena tidak bisa menapikan salah satunya," katanya.

Sementara untuk pendanaan, BMI akan membesarkan dana murah. CASA akan ditargetkan ke level 60-70 persen agar bisa memberikan pembiayaan yang kompetitif. Saat ini, aset BMI tercatat sekitar Rp 60 triliun.

Mantan Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad Kusna Permana menyampaikan, BPKH harus mendukung penuh Bank Muamalat kedepan untuk dapat memaksimalkan potensinya. Misal dengan meningkatkan rating Bank Muamalat menjadi triple A dari saat ini idA+.

"BPKH dapat menjadi door opener bagi potensi dan peluang yang bisa diraih Bank Muamalat," katanya.

Dengan meningkatkan rating, dana-dana murah akan dengan mudah masuk dan membawa keuntungan bagi BPKH dan jamaah haji Indonesia. Permana mengatakan, ia akan memastikan transfer kepemimpinan berjalan dengan lancar. Ia akan mendedikasikan satu bulan kedepan untuk proses transfer dan transisi kepada Dirut baru.

Mantan Komisaris Utama Bank Muamalat, Iggi H Achsien juga mengucapkan selamat kepada pengurus baru. "Semoga bisa menjalankan amanah dengan baik dan membuat bank muamalat jadi lebih kuat," katanya.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement