Senin 21 Nov 2022 22:05 WIB

Beirut, Saksi Kejayaan Peradaban Finiqiyah

Beirut, salah satu kota terkemuka dalam sejarah peradaban manusia.

Pesawat Prancis mengeluarkan asap dalam warna bendera Lebanon di atas ibu kota Lebanon, Beirut, Lebanon, 01 September 2020. Macron berada di Lebanon untuk menandai peringatan 100 tahun bekas protektorat Prancis itu. Ini adalah kunjungan kedua presiden Prancis dalam satu bulan, setelah ledakan di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus yang menewaskan sedikitnya 190 orang dan 6.500 orang terluka dan sebagian besar pelabuhan serta kota itu hancur lebur.
Foto: EPA-EFE/WAEL HAMZEH
Pesawat Prancis mengeluarkan asap dalam warna bendera Lebanon di atas ibu kota Lebanon, Beirut, Lebanon, 01 September 2020. Macron berada di Lebanon untuk menandai peringatan 100 tahun bekas protektorat Prancis itu. Ini adalah kunjungan kedua presiden Prancis dalam satu bulan, setelah ledakan di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus yang menewaskan sedikitnya 190 orang dan 6.500 orang terluka dan sebagian besar pelabuhan serta kota itu hancur lebur.

IHRAM.CO.ID, Beirut. Inilah salah satu kota terkemuka dalam sejarah peradaban manusia. Nama kota yang terletak di tepian Laut Tengah itu tercantum dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud. Menurut Dr Syauqi Abu Khalil dalam Athlas Hadith Al-Nabawi, Beirut terletak di bekas reruntuhan peradaban Finiqiyah.

Finiqiyah atau Phunicia atau Punisia adalah sebuah peradaban yang menjalankan praktik penyaliban. Menurut Bible Encyclopedia, peradaban itu berasal dari kabilah (kaum) 'Ad, kaum terkuat ras Semit, penghuni asli Arabia yang menguasai padang pasir luas Arabia Tenggara dari pantai teluk Parsi sampai perbatasan Irak.

Baca Juga

Alquran menyebut daerah yang dikuasai kaum 'Ad dengan nama al-Ahqaf (bukit-bukit pasir). Nama daerah itu juga dijadikan nama surah ke-46, yakni al-Ahqaf. Allah SWT berfiman, "Dan ingatlah Hud saudara kaum 'Ad, yaitu ketika dia mengingatkan kaumnya tentang bukit-bukit pasir… (QS al-Ahqaf [46]:21).

Kaum 'Ad  sangat besar kepala. Mereka merasa menjadi kaum yang superior sehingga berani menantang Nabi Hud AS. Kaum 'Ad berkata, "Siapakah yang lebih unggul dari kami dalam kekuatan?" Maka, mereka dihancurkan Allah dengan angin kencang dan dingin selama tujuh malam delapan hari secara terus-menerus. Hingga akhirnya mereka musnah.

Azab yang dijatuhkan kepada Kaum 'Ad itu terekam dalam surah al-Haqqah [69] ayat 6 dan 7. Allah SWT berfirman, "Sedangkan Kaum 'Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin. Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus, maka kamu melihat Kaum 'Ad waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk)."

Sebelum azab itu diturunkan, Nabi Hud AS beserta semua pengikutnya yang beriman hijrah ke Hijaz (Arab Saudi). Sejarah mengenal umat Nabi Hud AS itu sebagai bangsa Finiqiy, atau al-'Ibriyyah al-Qadimah.

Kata 'Ibriyyah berasal dari 'Ain, Ba, Ra, 'Abara artinya "menyeberang". Orang Mesir Kuno menamakan bangsa 'Ibriyah itu dengan nama Khabiru. Mereka mendirikan kerajaan-kerajaan di Babilonia, di Kan'an, mendirikan Kerajaan Maritin, seperti Carthago, menguasai Laut tengah, kemudian ke Mesir mendirikan Dinasti Hyksos setelah menundukkan Dinasti Fir'aun.

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement