Kamis 10 Nov 2022 18:36 WIB

Bank Muamalat akan IPO pada Kuartal IV 2023

Rencana IPO sudah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2023.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya
Karyawan melayani nasabah di kantor pusat Bank Muamalat, Jakarta (ilustrasi). PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. akan melantai di bursa saham pada kuartal IV 2023.
Foto: Prayogi/Republika.
Karyawan melayani nasabah di kantor pusat Bank Muamalat, Jakarta (ilustrasi). PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. akan melantai di bursa saham pada kuartal IV 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. akan melantai di bursa saham pada kuartal IV 2023. Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad Kusna Permana mengatakan rencana Initial Public Offering (IPO) sudah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2023.

"Prosesnya sudah kita mulai dan sudah masuk RBB 2023, dan memang itu bagian dari proposal penyehatan Muamalat bahwa setelah dua tahun Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) masuk kita akan listing," katanya setelah '2023 Market Outlook oleh Bank Muamalat dan BPKH' di Westin Hotel, Jakarta, Kamis (10/11/2022).

Baca Juga

Selain untuk memenuhi ketentuan bursa yang mengharuskan 7,5 persen kepemilikan oleh publik pada perusahaan terbuka, IPO ini juga untuk memperkuat permodalan. Permana mengatakan, IPO menjadi peluang juga untuk BPKH mencari partner yang prominent untuk bersama membesarkan Bank Muamalat.

BPKH sebagai lembaga negara yang memiliki dana kelolaan syariah yang sangat besar akan menjadi daya tarik signifikan bagi investor lain. BPKH dapat mencari partner strategis dengan latar belakang lembaga keuangan juga untuk bisa membantu keberlangsungan bisnis Bank Muamalat dan perkembangannya ke depan.

 

"Seharusnya yang minat banyak karena BPKH ini lembaga negara yang kaya, ini peluang baik bagi investor lain juga bagi BPKH," katanya.

BPKH bisa mendapatkan capital gain sebagai salah satu dari keuntungan investasi, selain juga nantinya mendapat deviden. BPKH sendiri adalah lembaga yang harus menghasil keuntungan setinggi-tingginya dengan risiko paling rendah karena ketentuan Undang-Undang mewajibkan tidak boleh merugi.

Hal tersebut karena investasi BPKH akan kembali pada kemaslahatan jamaah haji Indonesia. Permana mengatakan, kekuatan Bank Muamalat ada di BPKH itu sendiri sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi hingga 82,7 persen.

"BPKH bisa gandeng semua stakeholder ke Bank Muamalat, meyakinkan bahwa mereka ada di belakang untuk menjalankan segala rencana bisnis yang robust," katanya.

Ia mengatakan, semua infrastruktur pendukungnya telah sangat siap untuk bisa dioptimalkan pada 2023. Mulai dari peringkat idA+ Bank Muamalat yang telah membaik stabil pada tahun ini, lalu rencana akselerasi bisnis yang matang, hingga kesiapan dari Badan Pelaksana BPKH yang baru.

Permana juga memastikan kebijakan internal BPKH akan lebih mendukung bisnis Bank Muamalat ke depan karena bukunya terkonsolidasi. Banyak hal yang dapat dilakukan, mulai dari mengharuskan vendor untuk buka akun Bank Muamalat, menjadikannya bank operasional dan transaksional, berkantor di Muamalat Tower, dan lainnya.

"BPKH bisa melakukan itu karena setiap keuntungan Bank Muamalat akan jadi keuntungan BPKH juga, jadi banyak sekali low hanging fruit yang akan dikerjakan," katanya.

Secara strategis, Bank Muamalat akan hadir dalam setiap ekosistem haji. Mulai dari saat masyarakat berniat menabung, kemudian melakukan pendaftaran, berangkat haji, hingga pulang lagi ke tanah air, Bank Muamalat akan ada di dalamnya.

Permana mengatakan, pendaftaran haji reguler di Bank Muamalat pada semester I 2022 sendiri naik 47 persen (yoy), jauh di atas rata-rata industri yang naiknya 11 persen. Proyeksi hingga akhir tahun yakni sekitar 70 ribu jamaah. Untuk haji khusus naik 51 persen dalam tiga tahun terakhir. Bank Muamalat juga akan menggarap pasar umroh.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement