Kamis 10 Nov 2022 05:55 WIB

PM Australia Berharap Bertemu Presiden China di KTT G20

Pertemuan Albanese dengan Xi akan menunjukkan arah hubungan bilateral yang positif.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Rabu (9/11/2022) berharap bisa berdialog secara langsung dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (G20)
Foto: Lukas Coch/Pool Photo via AP
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Rabu (9/11/2022) berharap bisa berdialog secara langsung dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (G20)

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Rabu (9/11/2022) berharap bisa berdialog secara langsung dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (G20). Albanese mengatakan, pertemuan dengan Xi akan menunjukkan arah hubungan bilateral yang positif.

“Saya telah menjelaskan bahwa dialog adalah hal yang baik, dan jika pertemuan diatur dengan Xi, maka itu akan menjadi hal yang positif,” kata Albanese kepada wartawan.

Albanese dijadwalkan menghadiri KTT Asia Timur di Kamboja, kemudian menghadiri pertemuan tingkat tinggi dengan negara Kelompok 20 (G20) di Indonesia, dan pertemuan forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik di Thailand. Albanese dijadwalkan melakukan pertemuan dengan sejumlah  pemimpin negara.

Hubungan China-Australia telah menunjukkan tanda-tanda mencair sejak Mei ketika Albanese dari Partai Buruh memenangkan pemilihan untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun. Setelah Albanese terpilih, Beijing segera melonggarkan larangan kontak menteri-ke-menteri.

Albanese telah mendesak China untuk menunjukkan itikad baik terhadap pemerintahan barunya, dengan mencabut serangkaian hambatan perdagangan resmi dan tidak resmi yang merugikan eksportir Australia sekitar 20 miliar dolar Australia per tahun.  Tetapi China tidak menunjukkan tanda-tanda pelonggaran pembatasan perdagangan.

Sebelumnya pada Agustus Duta Besar China untuk Australia, Xiao Qian mengatakan, Beijing akan membahas dengan Australia apakah kondisinya tepat bagi Albanese untuk bertemu Xi di sela-sela KTT G-20. Karena Xi diperkirakan tidak akan menghadiri KTT Asia Timur.

Australia dan China saling bersaing untuk mendapatkan pengaruh di antara negara-negara kepulauan Pasifik Selatan. Persaingan meningkat sejak Beijing mencapai pakta keamanan dengan Kepulauan Solomon awal tahun ini, yang telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Cina akan mendirikan pangkalan angkatan laut di wilayah tersebut.

Hubungan bilateral antara China dengan pemerintah Australia sebelumnya memburuk karena beberapa masalah. Salah satunya tuntutan Australia untuk penyelidikan independen terhadap pandemi Covid-19 yang berasal dari Wuhan, China dan larangan keterlibatan raksasa telekomunikasi China, Huawei dalam jaringan 5G Australia dengan alasan keamanan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement