Sabtu 05 Nov 2022 12:47 WIB

Subholding Upstream Pertamina Mengeksplorasi Potensi Menuju Kelas Dunia

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) unjuk gigi di ajang ADIPEC 2022

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) unjuk gigi di ajang ADIPEC 2022.
Foto: Pertamina
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) unjuk gigi di ajang ADIPEC 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina turut menyemarakkan ajang pameran migas Abu Dhabi International Petroleum Exhibition & Conference (ADIPEC). Acara tersebut berlangsung 31 Oktober hingga 3 November 2022 di Abu Dhabi National Exhibition Centre.

Diikuti 28 negara dengan 54 perusahaan minyak nasional serta lebih dari 2.000 perusahaan yang bergerak di bidang migas, ADIPEC merupakan ajang pameran dunia di bidang minyak dan gas bumi. Subholding Upstream Pertamina tergabung dalam Indonesia Pavillion Bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), dan PT Pertamina (Persero).

Baca Juga

Anjungan Indonesia di ADIPEC 2022 diresmikan langsung oleh Husin Bagis, Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab; Tutuka Ariadji, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM; Dwi Soejipto, Kepala SKK Migas; Oki Muraza, SVP Research, Innovation, & Technology PT Pertamina (Persero); dan Oto Gurnita, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Pertamina Hulu Energi, pada Senin (31/10/2022).

photo
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) unjuk gigi di ajang ADIPEC 2022. - (Pertamina)
 

Ditemui usai peresmian anjungan, Husin Bagis menyampaikan harapannya terhadap Pertamina. "Kami bangga Pertamina tampil di Abu Dhabi dan juga keikutsertaan Pertamina Hulu Energi. Kami berharap event ini akan banyak kerja sama dengan perusahaan baik di Uni Emirat Arab maupun dunia,’’ terang Husin.

PHE juga menggandeng anak perusahaan terafiliasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina untuk memaparkan program di ajang pameran kelas dunia ini. Dengan semangat Energizing Capacity Through Integrated Project Management, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) menyampaikan program kerja bisnis pengeboran yang berkelanjutan.

"PDSI sebagai perusahaan pengeboran terbesar Indonesia, memiliki fasilitas pelatihan pengeboran kelas dunia, didukung oleh kemampuan lokal dalam pembuatan dan pemeliharaan rig, dan perusahaan pendukung operasi rig, yang semuanya merupakan bagian dari misi kami untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi nasional. Dalam ajang ADIPEC ini kami juga membuka peluang dukungan dan layanan global untuk kinerja pengeboran yang berkelanjutan,’’ ujar VP Marketing & Business Partnership PT PDSI Firmansyah Arifin saat pemaparan di anjungan.

Tidak hanya pada saat pemaparan, antusias pengunjung juga sangat tinggi hingga hari terakhir pameran dilaksanakan. Berbagai informasi mengenai Subholding Upstream Pertamina yang disajikan menarik minat pengunjung untuk mengetahui lebih banyak mengenai kegiatan operasional, lingkungan, dan juga kinerja keberlanjutan. 

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Pertamina Hulu Energi Oto Gurnita menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan Subholding Upstream Pertamina di salah satu ajang dunia terbesar ini. "Subholding Upstream tetap terus berkomitmen menjaga prospek bisnis yang berkelanjutan, adaptif, dan resiliensi terhadap transisi energi global serta komitmen terhadap perlindungan lingkungan hidup. Dengan keterlibatan Subholding Upstream Pertamina di ajang ADIPEC 2022, harapannya dapat mengeksplorasi potensi untuk menuju perusahan kelas dunia yang terintegrasi,’’ jelas Oto. 

PHE juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) sebagai partisipan/member sejak Juni 2022. PHE berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya, sebagai bagian penerapan aspek Environment, Social, dan Governance (ESG). PHE akan terus mengembangkan pengelolaan operasi di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang environmentally friendly, socially responsible, dan good governance.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement