Selasa 01 Nov 2022 10:15 WIB

Presiden Baru Brasil Janji Lindungi Hutan Amazon

Presiden Brasil Lula da Silva janji ubah kebijakan merusak hutan era Bolsonaro

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 Para pemerhati lingkungan, pemimpin dunia, dan investor bersorak atas kemenangan Presiden Brasil Baru Luiz Inacio Lula da Silva. Lula berjanji untuk melindungi hutan hujan Amazon dan memulihkan kepemimpinan Brasil dalam perubahan iklim. Presiden Brasil Lula da Silva janji ubah kebijakan merusak hutan era Bolsonaro
Foto: AP/Andre Penner
Para pemerhati lingkungan, pemimpin dunia, dan investor bersorak atas kemenangan Presiden Brasil Baru Luiz Inacio Lula da Silva. Lula berjanji untuk melindungi hutan hujan Amazon dan memulihkan kepemimpinan Brasil dalam perubahan iklim. Presiden Brasil Lula da Silva janji ubah kebijakan merusak hutan era Bolsonaro

REPUBLIKA.CO.ID, SAO PAULO -- Para pemerhati lingkungan, pemimpin dunia, dan investor bersorak atas kemenangan Presiden Brasil Baru Luiz Inacio Lula da Silva. Lula berjanji untuk melindungi hutan hujan Amazon dan memulihkan kepemimpinan Brasil dalam perubahan iklim.

Dalam pidato kemenangannya, Lula berjanji untuk memberantas pembalakan liar, penambangan, dan perampasan tanah yang mendorong lonjakan deforestasi Amazon selama empat tahun terakhir di bawah Presiden Jair Bolsonaro. "Brasil siap untuk merebut kembali kepemimpinannya dalam perang melawan krisis iklim. Brasil dan planet ini membutuhkan Amazon yang hidup," kata Lula dikutip dari Reuters, Senin (31/10/2022).

Baca Juga

Penghancuran hutan hujan Brasil mencapai ketinggian 15 tahun di bawah Bolsonaro. Kondisi itu membatalkan perlindungan lingkungan dan mendorong lebih banyak pertambangan dan pertanian komersial di wilayah tersebut.

Lula berjanji akan merombak kebijakan lingkungan secara menyeluruh, setara dengan Green New Deal yang diusulkan di Amerika Serikat. Lula dinilai mungkin memiliki waktu yang lebih mudah untuk membangun kembali peran Brasil dalam upaya internasional untuk mengatasi perubahan iklim.

Marina Silva mengatakan kepada //Reuters//, presiden terpilih akan memberi sinyal kepemimpinan global baru Brasil tentang perubahan iklim dengan mengirim perwakilan ke KTT iklim PBB COP27 pekan depan di Mesir. Perwakilan tersebut akan menjadi bagian dari delegasi tidak resmi.

Silva mengatakan, Brasil akan menuntut negara-negara kaya memberikan pembiayaan kepada negara-negara miskin untuk menanggapi perubahan iklim. Selain itu akan memberikan kompensasi atas kerugian dan kerusakan"l permanen dari perubahan iklim.

Norwegia juga siap untuk memulai kembali penyaluran dana untuk pelestarian Amazon sekitar 573 juta dolar AS. Semebtara Brasil juga akan membahas perluasan target nasionalnya untuk mengurangi emisi. Lula juga berencana pada awal 2023 untuk mengadakan pertemuan puncak termasuk negara-negara Amazon dan negara maju yang memiliki minat dalam melestarikan hutan. Investor yang fokus pada lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan (ESG) juga menyambut baik kemenangan Lula.

Nordea Asset Management dari bank Nordic raksasa Nordea mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mencabut larangannya untuk membeli lebih banyak obligasi pemerintah Brasil yang dilembagakan pada 2019.

Larangan tersebut sebelumnya dikeluarkan karena kebakaran besar di Amazon memicu protes global untuk melindungi hutan hujan. Pendukung lingkungan juga mendukung proposal Lula untuk Amazon dan memperingatkan bahwa agendanya akan menghadapi perlawanan politik yang sangat besar.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement