Kamis 13 Oct 2022 18:14 WIB

Wagub DKI tak Tahu Polemik Pengosongan Rumah Wanda Hamidah

Wanda minta tolong Jokowi dan menyindir Anies karena rumahnya di Menteng digusur.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/Ali Mansur/ Red: Erik Purnama Putra
Artis sekaligus aktivis Wanda Hamidah.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Artis sekaligus aktivis Wanda Hamidah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya baru mendengar polemik pengosongan rumah artis Wanda Hamidah di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2022). Riza mengaku, belum mengetahui duduk perkara yang ada.

“Saya baru denger dari temen-temen (wartawan). Nanti kami akan cek kembali apa sesungguhnya masalahnya, apakah masalah status kepemilikan lahan atau tanah atau propertinya,” kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (13/10).

Riza menjanjikan, Pemprov DKI Jakarta akan terus menegakkan keadilan bagi semua pihak. Menurut dia, jika memang ada yang salah dari Pemprov DKI, perbaikan akan terus dilakukan. "Informasi nya seperti itu (masalah surat hak milik) nanti kita akan cek kembali apa seseungguhnya, kan saya belum tau nanti kita akan cek kembali ke dinas terkait,” ucapnya.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengkonfirmasi, pihaknya dengan berbagai unsur lain, seperti TNI-Polri dan petugas kecamatan mendatangi rumah Wanda. Petugas gabungan dikerahkan untuk mengosongkan rumah Wanda. "Iya ikut serta dalam rangka penanganan yang berkaitan dengan peraturan daerahnya. Unsurnya banyak di sana," tutur Arifin.

Menurut dia, Badan Hukum Pemkot Jakarta Pusat juga hadir. Namun demikian, ditanya lebih rinci, Arifin mengaku tak menahu lebih lanjut. Dia melanjutkan, Satpol PP membantu bertugas melakukan pendampingan pengamanan. "Saya takut enggak pas karena Pak Wali (Kota Jakpus Dhany Sukma) yang ngeluarin surat peringatannya. Didampingi juga Pol PP Kota (Jakpus), bukan provinsi," jelasnya.

Kapolsek Metro Menteng, Kompol Rosana Albertina Labobar membenarkan jika jajarannya ikut terlibat dalam pengosongan rumah Wanda. Hanya saja, kata dia, kehadiran personel kepolisian itu hanya untuk mengamankan lokasi agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pengosongan berlangsung sejak pukul 09.00 sampai dengan 12.00 WIB.

"Ada kurang lebih 30 personel. Itu pun dari Polsek dibantu Samapta Polres (Metro Jakpus)," kata Rosana. Terkait permasalahan yang membuat kediaman Wanda digusur, Rosana meminta hal itu dikonfirmasikan ke Pemkot Jakpus.

Rosana menegaskan, kepolisian sama sekali tidak ikut dalam eksekusi pengosongan. Bahkan personel Polsek Metro Menteng juga tidak ikut ke dalam kediaman Wanda. "Buat detailnya bisa tanya Pemkot. Kami tugasnya mengamankan tadi di lokasi. Polsek hanya mengamankan dan kami netral," ujarnya.

Menyikapi hal itu, Wanda pun curhat terkait pengosongan paksa rumahnya. Dia menyampaikan uneg-unegnya dengan meminta tolong ke Presiden Joko Widodo dan menyindir Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan.

"Kami mohon perlindungan hukum kepada Pak @jokowi Pak @aminuddin.maruf Pak @mohmahfudmd Pak @kapolri_indonesia atas tanah dan rumah yang kamu tinggali dari tahun 1960 dari dugaan kesewenang-wenangan yang dilakukan Walikota Jakarta Pusat atas perintah Gubernur DKI Jakarta yang 3 hari selesai masa jabatannya, yang memaksa melakukan pengosongan dengen memerintahkan satpol PP, damkar.. mengirim buldozer, truk-truk, dan banyak lagi lainnya tanpa melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap!," kata Wanda, dikutip dari akun Instgramnya, Kamis (13/10).

Pada saat pengosongan, selain Satpol PP juga turun turun puluhan personel kepolisian dari Polres  Metro Jakarta Pusat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement