Kamis 29 Sep 2022 05:42 WIB

Energi Storage Penting untuk aEkosistem Mobilitas Ramah  Lingkungan

Indonesia mulai akan menguasai teknologi baterai.

Pekerja memasukkan baterai saat mengonversi sepeda motor konvensional menjadi sepeda motor listrik di Lengkong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (15/9/2022). P
Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Pekerja memasukkan baterai saat mengonversi sepeda motor konvensional menjadi sepeda motor listrik di Lengkong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (15/9/2022). P

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- EVP Pemasaran dan Pengembangan Produk PT PLN Persero Hikmat Drajat menilai bahwa pengelolaan penyimpanan energi (energy storage) merupakan salah satu hal yang penting dalam perkembangan ekosistem transportasi atau mobilitas ramah lingkungan. Terutama, kendaraan listrik.

"Kami sangat menyambut baik adanya pertumbuhan teknologi baterai, bahwa Indonesia mulai akan menguasai teknologi baterai. Kita sudah memiliki pabrik baterai yang akan mengarah kepada energy storage, sejalan dengan regulator terkait yang juga mulai mengatur regulasinya," kata Hikmat dalam sebuah seminar di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Baca Juga

Lebih lanjut, Hikmat mengatakan penyimpanan energi ini mengubah cara pandang dan kinerja dalam percepatan elektrifikasi dan energi yang lebih ramah lingkungan untuk sektor transportasi. "PLN sebagai penyedia listrik di Indonesia, melihat beberapa hal terkait penyimpanan energi ini. Listrik sifatnya tidak bisa disimpan. Begitu pembangkit dibangkitkan, langsung dialirkan hingga menyala. Namun sekarang, listrik bisa disimpan. Ini adalah masa depan, bagaimana proses penyimpanan energi listrik nantinya bisa dimanfaatkan menjadi energi lainnya," jelas dia.

Listrik sebagai energi baru terbarukan (EBT) di sektor transportasi pun tidak bisa terelakkan. Namun, Hikmat berpendapat hal ini perlu dibarengi dengan pemerataan listrik kepada masyarakat itu sendiri.

Ia mencontohkan, saat ini pihaknya masih membangkitkan energi listrik di sejumlah daerah terpencil (remote area) masih menggunakan pembangkit listrik diesel. "Kita bertahap akan mengubah (diesel) dengan energi baru terbarukan, salah satunya dengan PLTS," ujarnya.

Hikmat menambahkan, kebutuhan saat ini sudah banyak dalam hal penyimpanan energi. Topik soal skala ekonomi dari penyimpanan energi pun ia nilai menarik untuk didiskusikan lebih lanjut menyusul dengan kebutuhan masyarakat dengan energi listrik di berbagai keseharian, termasuk transportasi.

"Tentunya kita lihat di sisi hilir, energy storage ada di transportasi baterai kendaraan listrik. Ini bisa menjadikan distributed power plan. Kendaraan listrik itu sendiri akan menjadikan teknologi ke depan menjadi V2G, atau vehicle to green," papar dia.

Menurut Hikmat, sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dan pihak terkait lainnya yang akan segera memproduksi komponen baterai sendiri di dalam negeri.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement