Rabu 14 Sep 2022 07:20 WIB

Pemerintah Jerman Jual Sisa Saham Lufthansa

Jerman menjual 20 persen saham maskapai Lufthansa sepanjang pandemi.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
 Sebuah pesawat Lufthansa mendekati bandara di Frankfurt, Jerman, Selasa, 26 Juli 2022. Staf darat Lufthansa akan mogok pada hari Rabu yang menyebabkan pembatalan sebagian besar penerbangan mereka.
Foto: AP/Michael Probst
Sebuah pesawat Lufthansa mendekati bandara di Frankfurt, Jerman, Selasa, 26 Juli 2022. Staf darat Lufthansa akan mogok pada hari Rabu yang menyebabkan pembatalan sebagian besar penerbangan mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Pemerintah Jerman menjual 20 persen saham maskapai Lufthansa sepanjang pandemi virus corona. Lembaga anggaran stabilisasi ekonomi Jerman (WSF) menyelamatkan Lufthansa dari kebangkrutan selama pandemi.

Lembaga itu menggelontorkan paket bantuan yang totalnya mencapai 9 miliar euro. Beberapa tahun terakhir WSF mengurangi kepemilikan sahamnya dengan target terjual habis pada Oktober 2023.

Baca Juga

WSF mengatakan kini mereka menjual sisa saham pada investor internasional senilai 455 juta euro. Mereka mendapatkan 1,07 miliar euro dari penjualan saham dengan keuntungan 760 juta euro dari investasi tersebut.

"Paket bantuan pemerintah berhasil membantu bisnis melewati krisis," kata WSF dalam pernyataannya Selasa (13/9).

 

Penjualan itu dikoordinasi perusahaan finansial Deutsche Bank dan Goldman Sachs. Deutsche Bank mengatakan WSF ingin menawarkan investor institusional sekitar 74,4 juta saham Lufthansa, sebanyak 6,2 persen total saham maskapai itu. Pada Selasa kemarin saham Lufthansa ditutup turun 1,5 persen.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement