Ahad 31 Jul 2022 17:53 WIB

Japan Credit Rating Pertahankan Peringkat Surat Utang Indonesia BBB+

Japan Credit Rating pertahankan peringkat karena prospek ekonomi Indonesia

Rep: Novita Intan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Gubernur Bank Sentral Indonesia Perry Warjiyo.  Lembaga Pemeringkat Japan Credit Rating Agency Ltd (JCR) kembali mempertahankan peringkat surat utang (sovereign credit rating) Indonesia posisi BBB+ dengan outlook stabil (investment grade) pada 27 Juli 2022.
Foto: EPA-EFE/MADE NAGI
Gubernur Bank Sentral Indonesia Perry Warjiyo. Lembaga Pemeringkat Japan Credit Rating Agency Ltd (JCR) kembali mempertahankan peringkat surat utang (sovereign credit rating) Indonesia posisi BBB+ dengan outlook stabil (investment grade) pada 27 Juli 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Pemeringkat Japan Credit Rating Agency Ltd (JCR) kembali mempertahankan peringkat surat utang (sovereign credit rating) Indonesia posisi BBB+ dengan outlook stabil (investment grade) pada 27 Juli 2022.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan JRC mempertahankan peringkat surat utang Indonesia dengan beberapa mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat seiring dengan permintaan domestik yang membaik.

Lalu, utang pemerintah dianggap masih terkendali. JCR bahkan memproyeksi utang Indonesia menurun secara bertahap seiring dengan potensi pertumbuhan ekonomi domestik dan kenaikan harga komoditas.

"Keputusan JRC menunjukkan bahwa pemangku kepentingan internasional tetap memiliki keyakinan yang kuat atas terjaganya stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia di tengah risiko dampak dari perlambatan ekonomi global terhadap pertumbuhan ekonomi domestik," ujarnya dalam keterangan tulis, Ahad (31/7/2022).

JRC, kata Perry, memproyeksi ekonomi Indonesia tumbuh lima persen pada 2022. Hal ini didukung oleh konsumsi swasta, investasi, dan ekspor.

Lembaga pemeringkat itu juga memprediksi defisit fiskal pada 2022. Namun, angkanya diprediksi turun tahun depan. Ke depan Perry mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam menentukan kebijakan ke depan. Bank sentral juga akan mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global.

"BI juga akan merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan stabilitas keuangan, termasuk penyesuaian lebih lanjut stance kebijakan yang diperlukan," ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement