Rabu 27 Jul 2022 00:08 WIB

PJB Jajaki Pengelolaan Pembangkit di Laos

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut pertemuan virtual kedua pihak tahun lalu.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
PT Pembangkitan Jawa-Bali. PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menjajaki kerja sama bisnis pengelolaan pembangkit dengan perusahaan listrik Laos, Electricite Du Laos (EDL) di bidang perbaikan tata kelola pembangkit tenaga listrik.
PT Pembangkitan Jawa-Bali. PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menjajaki kerja sama bisnis pengelolaan pembangkit dengan perusahaan listrik Laos, Electricite Du Laos (EDL) di bidang perbaikan tata kelola pembangkit tenaga listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menjajaki kerja sama bisnis pengelolaan pembangkit dengan perusahaan listrik Laos, Electricite Du Laos (EDL) di bidang perbaikan tata kelola pembangkit tenaga listrik.

Direktur Utama PJB Gong Matua Hasibuan dalam siaran persnya yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (26/7/2022), mengatakan, penjajakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan secara virtual kedua belah pihak, yang difasilitasi Kedutaan Besar RI untuk Republik Demokratik Rakyat Laos pada 19 Oktober 2021.

Baca Juga

"Kami melihat potensi yang cukup besar melakukan kerja sama yang saling menguntungkan pada bidang perbaikan tata kelola pembangkit tenaga listrik, termasuk pada studi jasa Operation & Maintenance (O&M) dan Maintenance, Repair & Overhaul (MRO)," kata Matua.

Sementara itu, inisiasi kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PJB dengan Electricite Du Laos terkait kerja sama pengelolaan pembangkit. Di dalam MoU itu, terdapat kesepakatan untuk kerja sama feasibility study, jasa O&M dan MRO pembentukan joint venture company/konsorsium mengimplementasikan kolaborasi bisnis dan penyediaan teknologi pembangkitan untuk Laos dan negara sekitarnya.

 

Selain itu, kerja sama juga melingkupi berbagi pengetahuan dan pengalaman atau sharing knowledge terkait pengelolaan pembangkit tenaga listrik.

Managing Director EDL, Chanthaboun Soukaloun, mengatakan, melalui kerja sama itu diharapkan dapat terjalin upaya yang saling menguntungkan dari kedua belah pihak. Dia berharap kerja sama itu bisa mengembangkan dan melaksanakan proyek tata kelola pembangkit tenaga listrik baik di Laos.

"Dengan sinergi ini, kami berharap mendorong kemandirian dalam membangun dan mengoperasikan unit pembangkit tenaga listrik," kata Chanthaboun.

Kerja sama ini juga menambah daftar portofolio internasional yang dimiliki PJB, sebab sebelumnya PJB juga telah bekerja sama dengan Bangladesh Power Development Board (BPDP) untuk melakukan pekerjaan majorinspection PLTG 150 MW di Chandpur Bangladesh.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement