Selasa 21 Jun 2022 11:28 WIB

KBI Dukung Upaya Erick Thohir untuk Karyawan Milenial di BUMN

KBI menyebut 75 persen karyawannya adalah generasi milenial

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu menyampaikan Kementerian BUMN tengah berupaya agar 80 persen dari total karyawan BUMN adalah kaum milenial. Terkait dorongan Erick Thohir untuk karyawan milenial, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Fajar Wibhiyadi, mengatakan, pihaknya mendukung upaya Kementerian BUMN terkait karyawan dari generasi milenial.
Foto: Dok KBI
PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu menyampaikan Kementerian BUMN tengah berupaya agar 80 persen dari total karyawan BUMN adalah kaum milenial. Terkait dorongan Erick Thohir untuk karyawan milenial, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Fajar Wibhiyadi, mengatakan, pihaknya mendukung upaya Kementerian BUMN terkait karyawan dari generasi milenial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu menyampaikan Kementerian BUMN tengah berupaya agar 80 persen dari total karyawan BUMN adalah kaum milenial.

Untuk saat ini, karyawan milenial di lingkungan BUMN mencapai 65 persen. Target ini menjadi Key Performance Indicator (KPI) yang dicanangkan dalam program transformasi BUMN, dan terus didorong untuk bisa terealisasi.

Terkait dorongan Erick Thohir untuk karyawan milenial, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Fajar Wibhiyadi, mengatakan, pihaknya mendukung upaya Kementerian BUMN terkait karyawan dari generasi milenial.

"Untuk saat ini, dari 50 Karyawan yang ada di KBI 75 persen nya adalah generasi milenial. Kedepan tentunya KBI akan terus meningkatkan prosentase generasi milenial untuk menuju 80 persen," ujar Fajar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (21/6).

 

Bagi KBI, tentunya tidak terjebak dalam jumlah karyawan milenialnya, namun lebih dari itu tantangan yang ada adalah bagaimana mempersiapkan karyawan generasi milenial ini menjadi talenta-talenta unggul yang memiliki kompetensi dan menerapkan value AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif), sehingga siap untuk menjadi leader-leader di masa mendatang.

Generasi milenial sendiri merupakan generasi yang lahir di rentang 1980 sampai 1996. Berdasarkan data BPS 2021, generasi milenial Indonesia mencapai 69,38 Juta jiwa, atau 25,87 persen dari total penduduk Indonesia.

Terkait generasi milenial, riset yang dilakukan Alvara Research Center menyebutkan bahwa generasi milenial menyimpan potensi besar untuk bisnis.

Dalam kesehariannya, generasi ini memiliki perilaku yang kecanduan internet, kencenderungan melakukan transaksi non tunai, kemampuan multitasking, kerja cepat dan cerdas yang didukung teknologi, serta gemar berwisata. Namun, ada sisi lain dari generasi milenial yaitu memiliki loyalitas yang rendah.

Fajar menambahkan, dengan berbagai perilaku yang dimiliki generasi milenial, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi KBI dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Untuk itu pengembangan SDM tidak hanya dilakukan untuk hard skill, namun juga dari sisi soft skill.

Selain itu, penyiapan tempat kerja serta berbagai sarana pendukungnya juga disiapkan untuk mendukung kebiasaan dan gaya hidup para milenial.

Untuk itu, ruang kerja dibuat lebih terbuka, dan juga disiapkan ruangan yang memungkinkan karyawan bisa bekerja dengan nyaman.

"Harapan kami, ke depan generasi milenial yang saat ini ada di KBI, akan mampu mengambil tongkat estafet kepemimpinan di korporasi. Apalagi dengan adanya regulasi baru bahwa yang menjadi Direksi tidak harus pensiun, tentunya ini menjadi peluang besar bagi generasi milenial KBI untuk menduduki pucuk pimpinan di korporasi," kata Fajar menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement