Jumat 20 May 2022 00:53 WIB

Instrumen Investasi Syariah yang Cocok Buat Pemula

Reksadana pasar uang dinilai pakar paling cocok buat pemula

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Founder Investingmom.id Dian Savitri membocorkan tips investasi syariah bagi pemula. Dian mengatakan sebelum terjun dalam investasi, perlu paham bahwa risiko dan imbang hasil berbanding lurus.
Foto: tangkapan layar
Founder Investingmom.id Dian Savitri membocorkan tips investasi syariah bagi pemula. Dian mengatakan sebelum terjun dalam investasi, perlu paham bahwa risiko dan imbang hasil berbanding lurus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Founder Investingmom.id Dian Savitri membocorkan tips investasi syariah bagi pemula. Dian mengatakan sebelum terjun dalam investasi, perlu paham bahwa risiko dan imbang hasil berbanding lurus.

“Kalau ingin risiko kecil tetapi imbang hasil besar, perlu skill lebih dan tidak cocok untuk pemula. Misal, trading, itu juga mempunyai risiko yang sangat besar,” kata Dian dalam webinar Sharia Financial Planning, Kamis (19/5/2022).

Dian menyarankan untuk pemula bisa mencoba instrumen syariah yang paling rendah risikonya, seperti reksadana pasar uang. Sebab, reksadana pasar uang sudah didesain sedemikian rupa oleh pihak ketiga, yaitu manajer investasi. Ini akan menghemat waktu dan pengguna tidak perlu repot untuk menganalisis dibandingkan langsung terjun ke saham.

Setelah nyaman dan sudah menguasai reksadana pasar uang, pengguna bisa lanjut ke instrumen lain. Tujuan investasi ini bisa untuk tujuan keuangan yang agak panjang atau sedikit menengah. “Kalau sudah nyaman dan enak atau sudah mengumpulkan dana darurat, tingkatkan lagi untuk tujuan jangka panjang. Bisa coba reksadana pendapatan tetap,” ujar dia.

Dian menjelaskan dalam instrumen ini, pengguna sudah mulai melihat adanya kenaikan dan penurunan. Di tahap ini, pengguna lagi-lagi diminta mengetahui lebih dalam apakah sudah nyaman atau belum.

Untuk reksadana pasar uang, imbang hasil pasar uang kurang lebih di sekitar lima hingga enam persen. Sedangkan reksadana pendapatan tetap, imbang hasilnya antara tujuh hingga sembilan persen. Dian mengingatkan jangan lupa akan ada risiko jika terjadi minus.

“Setelah berkenalan, tanya diri sendiri mau lanjut atau enggak. Kalau lanjut, bisa main ke reksadana saham. Itu geraknya lebih cepat. Satu atau dua hari naik bisa jadi hari ketiga turun. Pokoknya yang jelas untuk pemula reksadana pasar uang lalu bisa lanjut reksadana pendapatan tetap,” tambahnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement