Jumat 20 May 2022 00:19 WIB

Waspadai Penipuan Kartu Prakerja Catut OJK dan Perbankan

Kepala OJK Jember imbau masyarakat waspada penipuan berkedok Kartu Prakerja

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Warga memperlihatkan kolom pendaftaran pada laman www.prakerja.go.id saat mengikuti pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4. Kepala OJK Jember imbau masyarakat waspada penipuan berkedok Kartu Prakerja. Ilustrasi.
Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Warga memperlihatkan kolom pendaftaran pada laman www.prakerja.go.id saat mengikuti pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4. Kepala OJK Jember imbau masyarakat waspada penipuan berkedok Kartu Prakerja. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER - Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember Hardi Rofiq Nasution mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan terkait dengan bantuan Program Kartu Prakerja yang mencatut OJK dan salah satu perbankan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Foto tersebut memang berada di Kantor OJK Jember dalam kegiatan halalbihalal. Namun, tidak ada kaitan dengan Program Kartu Prakerja sehingga kami imbau masyarakat untuk berhati-hati terkait dengan modus penipuan," kata Hardi Rofiq Nasution di Jember, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga

Beredar informasi melalui broadcast WhatsApp (WA) tentang pendaftaran Kartu Prakerja yang isinya meminta koordinasi pendaftaran lewat perangkat RW dan pendaftar harus membuka rekening BCA terlebih dulu. Pesan yang disampaikan di sejumlah grup WA berbunyi: "Bapak2 RW, monggo bagi warganya belum dapat bantuan ada TIM dari Kompeten kerja sama dengan BCA, usia 21-55, dengan bantuan 600 rb per bulan, untuk membantu program pendaftaran prakerja, syarat fotokopi KTP, KK, rek. BCA, kalau yang tidak punya nanti didaftarkan lewat TIM biaya buka tabungan 50 rb, BCA Ekspress, yg bersedia warganya...nggih".

Dalam broadcast tersebut juga disertakan foto acara halalbihalal yang digelar Kantor OJK Jember bersama lembaga jasa keuangan dan disertai berupa surat edaran resmi terkait dengan informasi pendaftaran Kartu Prakerja dari pemerintah. "Kami juga sudah melakukan konfirmasi kepada BCA Jember. Mereka menyampaikan kegiatan itu bukan program dari BCA sehingga kami imbau masyarakat selalu mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan program pemerintah, seperti Kartu Prakerja yang dibuka secara bertahap," kata Hardi.

Kepala Kantor Cabang BCA Jember Verry Iskandar mengatakan informasi dalam broadcast WA tersebut bukan dari BCA secara resmi. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan Kartu Prakerja yang mencatut perbankan.

"Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut, kami menyarankan mengunjungi BCA terdekat atau Hallo BCA," terangnya.

Rekening BCA memang bisa dipakai untuk penerimaan Program Kartu Prakerja. Akan tetapi BCA Jember belum bekerja sama dengan kelurahan yang ada di Jember, terutama dalam hal pembukaan rekening karena menyangkut KYC (Know Your Customer) dan data rahasia nasabah.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗوَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْكِتٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا وَّاٰتُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اٰتٰىكُمْ ۗوَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَاۤءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.

(QS. An-Nur ayat 33)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement